Selasa, 14 April 2026

‎1.105 UMKM Ajukan Pinjaman tapi Hanya 19 Yang Bisa Cair, Ini Kendalanya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim Saputra. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan hingga Rp20 juta yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Batam ternyata belum berjalan maksimal. Dari ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendaftar, hanya segelintir yang berhasil lolos hingga tahap pencairan.

‎Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim Saputra, memastikan program ini tetap dilanjutkan. Bahkan, Pemko kini membuka peluang kerja sama dengan bank lain agar akses pembiayaan bagi UMKM semakin luas.

‎“Program ini tetap lanjut. Beberapa hari lalu kami sudah rapat, bahkan mengundang Bank Riau Kepri (BRK) yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD),” ujar Salim, Senin (13/4) pagi.

‎Menurutnya, Bank BRK menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dalam program tersebut. Pemko Batam pun tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama.

‎“Kita melihat BRK sudah punya pengalaman menjalankan program serupa di tingkat provinsi dengan plafon pinjaman hingga Rp40 juta. Sementara kita di Batam masih Rp20 juta,” jelasnya.

‎Kehadiran BRK diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, terutama karena jaringan bank tersebut sudah menjangkau hingga tingkat kecamatan.

‎“Pelayanannya lebih masif. Ini tentu menjadi peluang besar bagi UMKM di Batam untuk menikmati program prioritas Wali Kota Amsakar Achmad, yakni pinjaman maksimal Rp20 juta dengan bunga nol persen,” katanya.

‎Salim menegaskan, pihaknya tidak membatasi kerja sama hanya dengan satu bank. Selain BTN yang sudah lebih dulu terlibat sejak Juli 2025 lalu, sejumlah bank lain seperti Mandiri, BRI, hingga BJB juga telah diajak berkolaborasi.

‎“Kami terbuka untuk semua bank. Tahun lalu memang hanya BTN yang bersedia, tapi sekarang BRK sudah menyampaikan respons positif dan ini akan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.

‎Meski program ini terbilang menarik, realisasi di lapangan menunjukkan tantangan besar. Sejak dibuka pada Desember 2025, tercatat sebanyak 1.105 UMKM mengajukan pinjaman.

‎Namun, tidak semua memenuhi syarat. Dari jumlah tersebut, sekitar 456 pemohon langsung gugur karena berbagai kendala administratif, terutama terkait riwayat pinjaman sebelumnya.

‎“Banyak yang masih punya tunggakan di bank lain. Setiap pemohon kita cek melalui sistem Otoritas Jasa Keungan (OJK), jadi kelihatan riwayat kreditnya,” jelas Salim.

‎Dari total pendaftar, hanya 285 UMKM yang bisa diproses lebih lanjut. Bahkan, yang benar-benar lolos hingga tahap akad dan pencairan dana hanya 19 pelaku usaha.

‎“Ada juga yang ingin pinjaman di atas Rp20 juta. Itu tidak bisa kita akomodir dalam program ini, karena sudah ada batasan plafon,” tambahnya.

‎Salim memastikan, kerja sama dengan Bank BTN tetap berjalan seperti biasa sejak dimulai pada Juni 2025. Sementara untuk BRK, ditargetkan sudah bisa mulai direalisasikan pada Mei 2026 mendatang.

‎“Mudah-mudahan bulan Mei sudah mulai berjalan,” katanya.

‎Dengan perluasan kerja sama ini, Pemko Batam berharap semakin banyak UMKM yang bisa mengakses pembiayaan tanpa terbebani bunga dan agunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor usaha kecil.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE