Selasa, 17 Maret 2026

1.954 Anak Mengalami Stunting di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (dua dari kanan) saat memimpin sosialisasi Penanaman Pohon Jati emas dan Program Penanganan Stunting di Batam, di Balairung Sari BP Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memaparkan Program Penanganan Stunting di Batam, di Balairung Sari BP Batam, pada Rabu (20/7). Kegiatan sosialisasi ini disejalankan dengan sosialisasi Penanaman Pohon Jati emas.

Sebagaimana yang diketahui, kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Stunting disebabkan dari nutrisi yang tidak optimal.

Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam, mengatakan, selain melestarikan lingkungan di Kota Batam, Pemerintah juga harus fokus terhadap kesehatan masyarakat.

Data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara.

Berdasarkan Data Stunting Kota Batam pada Februari 2022 sebanyak 1.954 anak, dari 57.869 balita (3,38 %) mengalami stunting.

“Tugas pemerintah masih cukup berat karena ada target prevalensi stunting 14 persen yang harus dicapai pada tahun 2024. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4 persen dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya,” jelas Muhammad Rudi.

“Saya berharap kita semua dapat bekerjasama mewujudkan Kota Batam yang lebih baik,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN