
batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia di lokasi karantina Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang berkurang separuh. Ada yang diperkenankan kembali ke daerah asal dan ada juga yang dipindahkan ke rumah sakit karena terkonformasi positif. Jumlah terakhir PMI yang dikarantina sebanyak 342 orang pada, Selasa (30/11).
“Kemarin (Senin (30/11) masih ada 600 san lebih PMI. Hari ini sudah banyak yang pulang jadi sisa 342 orang. Yang positif dan dipindahkan ke rumah sakit sebanyak 11 orang,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa BP dan Pemko Batam di Tanjunguncang.
Selama beberapa pekan terakhir, jumlah PMI yang dikarantina fluktuatif diangka 300 hingga 600 san orang. Jumlah yang cukup banyak ini tentu jadi perhatian serius gugus tugas penanganan Covid-19 di kota Batam. PMI diawasi secara ketat. Mereka harus menjalani dua kali swab demi memastikan kesehatan mereka.
Jika terkonformasi positif Covid-19 maka harus dirawat terlebih dahulu hingga sembuh sebelum diperkenankan kembali ke tanah air. PMI ini umumnya dari Malaysia dan Singapura.
Jika ada PMI yang memiliki riwayat perjalanan ke beberapa negara tentu diperhatikan secara khusus. Pemeriksaan sampel bisa berulang kali demi memastikan apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak. (*)
REPORTER : EUSEBIUS SARA



