
batampos – Pembebasan lahan RT03-RT10 Baloi Kolam, Seipanas masih banyak mendapatkan penolakan dari warga. Dari 600 Kepala Keluarga (KK), baru 130 KK yang menerima sagu hati.
“Pemberian sagu hati ini bertahap. Tahap ke 2 ada 20 KK lagi,” ujar Kuasa Hukum warga Baloi Kolam yang menerima sagu hati, Antonius Tampubolon, Jumat (25/4).
Menurut Antonius, warga Baloi Kolam mayoritas menyetujui pembebasan lahan tersebut. Hanya saja, warga takut untuk mendaftar karena adanya penyerangan atau pengrusakan rumah yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Banyak warga masih ragu-ragu. Tapi terbaru, ada 50 KK lagi yang mendaftar,” katanya.
Antonius berharap pihak kepolisian segera mengusut pelaku pengrusakan rumah tersebut. Sehingga, situasi di kawasan tersebut tetap kondusif.
“Kan belum ada tersangka. Kalau sudah ada kejelasan dari kepolisian, pasti banyak warga yang mendaftar,” ungkapnya.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait laporan pengrusakan rumah di Baloi Kolam tersebut. “Kemarin sudah ada pemanggilan saksi,” ujarnya
Debby mengaku pihaknya melakukan pemeriksaan seluruh saksi dan korban secara maraton. “Belum ada yang ditangkap,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



