Kamis, 8 Januari 2026

14 Korban Tewas Insiden MT Federal II, Ahli Waris Terima Santunan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penyerahan santunan kepada para ahli waris korban, yang dilaksanakan di lingkungan PT ASL Batam, Selasa (16/12). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – PT Satria Global Persada, salah satu subkontraktor yang terlibat dalam pengerjaan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard Batam, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh hak para korban insiden kerja yang terjadi pada proyek tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada para ahli waris korban, yang dilaksanakan di lingkungan PT ASL Batam, Selasa (16/12).

Sebanyak 14 ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan yang difasilitasi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh instansi terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan serta pemenuhan kewajiban sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Kuasa hukum PT Satria Global Persada, Andy Saputra, SH, MH, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyelesaikan seluruh kewajiban terhadap para ahli waris korban, termasuk melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan hukum perusahaan kepada para korban dan keluarganya.

Baca Juga: Serikat Pekerja: Maincon–Subcon Harus Ikut Bertanggung Jawab atas Laka Kerja di PT ASL

“Atas nama perusahaan, kami menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Peristiwa ini tidak pernah kami harapkan. Namun sebagai perusahaan, kami bertanggung jawab penuh dan berupaya memastikan seluruh hak korban terpenuhi,” ujar Andy Saputra.

Ia menambahkan, penyelesaian santunan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk empati dan kepedulian perusahaan terhadap dampak besar yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Peristiwa ini, kata dia, menjadi pelajaran penting bagi perusahaan dalam memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja.

Selain korban meninggal dunia, PT Satria Global Persada juga memberikan perhatian serius kepada para pekerja yang selamat dari insiden tersebut. Perusahaan terus mengawal pendampingan kesehatan bagi korban luka, baik secara fisik maupun psikologis, agar mereka dapat pulih secara menyeluruh.

“Kami berjalan bersama para korban selamat. Pendampingan kesehatan fisik dan psikologis terus dilakukan agar mereka dapat kembali bekerja secara optimal dan aman,” jelas Andy Saputra.

Terkait proses hukum atas insiden MT Federal II, pihak PT Satria Global Persada menyatakan sikap kooperatif dan menghormati seluruh tahapan penyidikan yang tengah berjalan di kepolisian. Perusahaan, kata Andy, siap memenuhi setiap kebutuhan yang diminta penyidik guna membuka fakta secara terang dan objektif.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan kooperatif sesuai kebutuhan penyidikan. Ini bagian dari komitmen kami untuk bertanggung jawab dan transparan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PT Satria Global Persada juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas peran aktif dalam memfasilitasi penyaluran santunan kepada para ahli waris korban. Dukungan BPJS dinilai sangat membantu dalam mempercepat pemenuhan hak-hak korban.

Secara khusus, perusahaan mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sekupang di bawah kepemimpinan Budi Pramono, yang dinilai responsif dan profesional dalam menjalankan program jaminan ketenagakerjaan bagi para pekerja terdampak insiden MT Federal II.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menyampaikan bahwa penyelidikan atas insiden kerja di kapal MT Federal II masih terus berjalan. “Penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi, ahli, serta mengumpulkan alat bukti yang relevan. Kami pastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengetahui penyebab kejadian serta menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas Kapolresta. (*)

Update