Selasa, 3 Februari 2026

171 Mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam Diwisuda, 8 Orang Sedang Bekerja di Luar Negeri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua Dewan Pembina Yayasan Vitka, Asman Abnur, Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin saat prosesi wisuda ke-7 terhadap 171 mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam di Ballroom Marriot Hotel, Batuampar.

batampos – Sebanyak 171 mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam diwisuda, Sabtu (7/12) di Ballroom Marriot Hotel, Batuampar. Kegiatan ini merupakan wisuda ke VII (7) Batam Tourism Polytechnic Program Diploma dan Magister tahun akademik 2023/2024.

Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin mengatakan wisudawan dan wisudawati yang diwisuda secara langsung sebanyak 163 orang. Sedangkan 8 orang lainnya mengikuti secara online karena tengah bekerja di luar negeri.

“Acara wisuda tahun ini luar biasa, karena ada wisudawan kami sedang berada di beberapa belahan dunia dan mengikuti prosesi secara daring. Antara lain ada di Amerika, Jepang dan Dubai,” ujarnya.

Menurut Siska, dengan diwisudanya ratusan mahasiswa, termasuk yang diluar negeri ini membuktikan bahwa BTP bisa menjadi kampus yang mempunyai mutu pendidikan yang unggulan.

“Kami sangat bangga, karena lulusan Politeknik Pariwisata Batam ini bisa mengaplikasikan ilmunya hingga ke luar negeri,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Vitka, Asman Abnur menambahkan, dengan adanya wisuda ke-7 ini membuktian bahwa Politekni Pariwisata Batam ini sudah memberikan kontribusi terhadap lahirnya sumber daya manusia yang mempunyai keahlian.

“Mereka ini sudah siap kerja, bahjan mereka sudah pada kerja semua. Jadi saya bersyukur kampus ini menjadi kampus yang produktif,” ujarnya.

Asman mengatakan lulusan Politeknik Pariwisata Batam merupakan tenaga-tenaga yang mempunyai keahlian. Sebab, selama menempuh pendidikan, para mahasiswa ini mendapatkan pelatihan On the Job Training (OJT) atau metode pelatihan karyawan yang dilakukan di tempat kerja.

“Semenjak semester 3, kami sudah mendorong mereka dengan OJT. Kemudian semester 8, kami dorong lagi untuk OJT ke luar negeri, dan di sana biasanya mereka tidak balik lagi, lanjut bekerja di sana,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Update