
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pembinaan terpadu serta dukungan permodalan. Hingga saat ini, sebanyak 2.174 UMKM telah masuk dalam program pembinaan yang dikelola Dinas Koperasi dan UMKM Batam.
Sepanjang tahun lalu, Dinas Koperasi dan UMKM Batam mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta untuk kegiatan bimbingan teknis (bimtek), pelatihan, serta pendampingan usaha. Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Batam, Salim, mengatakan, penguatan kapasitas menjadi fondasi utama agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga: PLN Batam Mulai Bangun PLTGU 120 MW, Perkuat Keandalan Listrik Kota Industri
“Pengembangan usaha kita lakukan melalui pelatihan dan bimtek. Selain itu, kami juga memfasilitasi perizinan seperti DNIP, DRT, Pemprom, hingga hak kekayaan intelektual (HAKI),” ujarnya, Jumat (30/1).
Selain pembinaan, Pemko Batam juga menyiapkan dukungan permodalan melalui skema dana bergulir Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengakses pembiayaan hingga Rp150 juta per usaha, yang ditargetkan mulai berjalan pada akhir bulan ini.
Pemko Batam juga memiliki program prioritas Wali Kota dengan plafon pinjaman hingga Rp20 juta per UMKM. Namun, realisasi program tersebut diakui masih belum optimal.
Minat pelaku usaha terhadap pembiayaan cukup tinggi. Tercatat 1.105 UMKM mengajukan permohonan pembiayaan sejak Juni hingga Desember. Namun, proses seleksi dan kendala administratif perbankan membuat realisasi berjalan lambat. Hingga akhir tahun, baru 19 pemohon yang menandatangani akad pembiayaan.
“Ke depan, pada 2026 kami akan menjajaki kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah. Harapannya akses pembiayaan lebih mudah dan UMKM benar-benar bisa naik kelas,” kata Salim.
BLUD tidak hanya berfungsi sebagai penyalur dana bergulir, tetapi juga sebagai pusat layanan terpadu UMKM. Fasilitas ini menyediakan layanan desain kemasan, pembuatan kemasan, pencetakan mockup, hingga pendampingan perizinan dan konsultasi usaha.
Di lokasi tersebut, UMKM juga difasilitasi ruang display produk, serta pendampingan strategi pengembangan usaha dan pemasaran.
Baca Juga: Pecinta Matcha Merapat! Ini 5 Tempat Matcha Terbaik di Batam
“Kita ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi berkembang. Dari kemasan, legalitas, sampai pemasaran, semua kita dampingi,” tegasnya.
Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM Batam secara aktif mengikutsertakan pelaku usaha dalam berbagai expo, event, dan bazar guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Berdasarkan data dinas, jumlah UMKM di Batam saat ini mencapai sekitar 40 ribu unit usaha. Angka tersebut menunjukkan potensi ekonomi kerakyatan yang besar sekaligus tantangan pembinaan yang berkelanjutan.
“Dengan dukungan pelatihan, legalitas, kemasan, akses pasar, dan pembiayaan, kami berharap UMKM Batam semakin kuat dan berdaya saing,” ujar Salim. (*)



