Jumat, 16 Januari 2026

20 Titik Banjir dan 4 Titik Longsor Terpantau di Nongsa, Camat Imbau Warga Aktif Jaga Lingkungan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Banjir yang terjadi di area Kantor Camat Nongsa. Tampak perahu karet mengangkut kendaraan yang berada di area Kantor Camat, Kamis (15/5). F.Istimewa

batampos – Sedikitnya 20 titik banjir dan 4 titik longsor terpantau di Kecamatan Nongsa selama musim hujan tahun ini. Tim teknis dari BP Batam dan Pemko Batam langsung turun ke lapangan, untuk meninjau lokasi terdampak dan mencarikan solusi.

Peninjauan itu turut didampingi Deputi BP Batam, Kepala Dinas terkait, serta tokoh-tokoh kecamatan. Sejumlah titik banjir dan longsor diketahui terjadi akibat aktivitas pematangan lahan yang tidak diiringi dengan pengelolaan drainase yang memadai.

“Beberapa lokasi sudah kami survei. Dari hasil di lapangan, banjir dan longsor banyak terjadi karena saluran air terganggu dan lahan dimatangkan tanpa perhitungan,” ujar Camat Nongsa, Arfandi, Senin (19/5).

Baca Juga: Jalan Rusak Menuju Pelabuhan Sagulung Picu Kemacetan Parah di Jam Sibuk

Menurut dia, Kecamatan Nongsa telah mengusulkan pembangunan infrastruktur seperti normalisasi drainase dan pemasangan box culvert tertutup melalui Musrenbang. Tiga kelurahan disebut menjadi prioritas penanganan.

“Mudah-mudahab tiga daerah yang ditinjau menjadi prioritas, untuk teknis mungkin bisa ditanya ke dinas terkait,” tegasnya.

Dijelaskannya, selain infrastruktur, peran masyarakat sangat penting untuk mengantisipasi banjir dan longsor. Bahkan ia mengimbau agar warga kembali menghidupkan budaya gotong royong dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air.

“Skala kecil bisa ditangani oleh RT/RW dan warga. Tapi untuk skala besar, kita butuh alat berat dan dukungan lintas instansi,” jelasnya.

Menurutnya, jika masyarakat lebih peduli menjaga lingkungan, potensi banjir bisa diminimalkan. Ia juga meminta warga untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan selama musim penghujan ini.

Baca Juga: Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji

“Kalau saluran air bersih, air bisa mengalir lancar. Tapi kalau penuh sampah, banjir pasti terjadi,” tambahnya.

Pemerintah kecamatan bersama tim teknis akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengupayakan penanganan yang cepat serta berkelanjutan.

“Untuk pengawasan akan tetap kami lakukan,”pungkas Arfandi. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update