Selasa, 17 Maret 2026

22 Orang di Batam Meninggal Dunia Karena HIV

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat dalam kurun waktu empat bulan atau periode Januari hingga April 2022, terdapat 194 penderita baru Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari jumlah ini, sebanyak 22 orang meninggal dunia.

”Paling banyak laki-laki usia 25 tahun sampai 49 tahun dengan jumlah 143 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi.

Menurutnya, penderita HIV di Batam memang didominasi usia antara 25-49 tahun. Lalu, usia 20-24 tahun sebanyak 30 kasus, usia 50 tahun ke atas 19 orang dan usia 5-19 tahun yakni dua kasus.

Adapun, bila dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, penderita HIV di Kota Batam didominasi laki-laki, yakni sebanyak 148 kasus. Sedangkan perempuan berjumlah 46 kasus.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada sebanyak 484 kasus HIV di Batam. Sementara itu, pada 2020 sebanyak 538 kasus HIV dan tahun 2019 terdapat 692 penderita.

Tahun 2018, ada 718 kasus serta tahun 2017 terdapat 768 kasus HIV AIDS. Dijelaskannya, HIV sebagian besar disebabkan seks bebas yang disertai tanpa alat pengaman atau kondom.

Apalagi, gonti-ganti pasangan. Ditambah, yang berhubungan seks dengan sesama jenis.

”Paling banyak itu pasangan sejenis LSL (lelaki suka lelaki),” jelasnya.

Berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Batam dalam menimimalisir angka HIV AIDS. Salah satunya, memberikan penyuluhan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.

Melakukan tes HIV AIDS sebanyak-banyaknya, termasuk juga Mobile VCT atau pencarian penderita HIV/AIDS dengan berkeliling ke kelompok berisiko.

Selain itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi pengobatan segera, sebab orang dalam HIV AIDS (ODHA) yang teratur mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV), menyebabkan viral load rendah dan kemungkinan menularkan juga menjadi rendah.

”Penyuluhan seperti ini terus digalakkan,” ucapnya.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN