Sabtu, 17 Januari 2026

26 Anak di Batam Mendapat Remisi Lebaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala LPKA Kelas II Batam, Faizal Gerhani Putra memberikan remisi secara simbolis kepada beberapa anak. F.Marissa untuk Batam Pos

batampos – Sebanyak 26 orang anak didik pemasyarakatan (andikpas) di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam mendapatkan remisi.

Kepala LPKA Kelas II Batam, Faizal Gerhani Putra mengatakan pemberian remisi ini dalam rangka hari raya Lebaran 2025. Pemberian ditandai dengan upacara dan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan anak di LPKA Kelas II Batam.

“Pemberian remisi ini juga sebagai momen berkumpulnya andikpas dengan orang tua,” ujarnya.

Pemberian remisi kepada andikpas ini berdasarkan pertimbangan kemanusiaan dan telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Salah satunya yakni berkelakuan baik yang dinilai langsung oleh Tim Penilai Pemasyarakatan (TPP).

Baca Juga: Wajib Pajak Batam Dapat Kelonggaran, Jatuh Tempo Pajak Daerah Diperpanjang

“Yang mendapatkan remisi terdiri dari pemotongan masa hukuman 15 hari sebanyak 23 orang, dan 30 hari sebanyak 3 orang,” katanya.

Dengan adanya remisi ini, Faizal berharap anak-anak yang bebas dari hukuman tersebut ke depannya bisa menjadi lebih sukses berkat bimbingan selama di LPKA.

“Kami berharap untuk para orang tua, dik-adik kami di sini, bukan menjadi beban masyarakat, mereka di sini hanya singgah sebentar untuk bisa dididik oleh negara,” ungkapnya.

Faizal menambahkan saat ini anak didik di LPKA Kelas II Batam berjumlah 58 orang. Terdiri 56 anak didik laki-laki, dan 2 anak didik wanita.

Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Kepri Libatkan Ahli ITB Selidiki Kerusakan Lingkungan di DAS Baloi

Selama di LPKA, anak-anak ini mendapatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian Pembinaan kepribadian bertujuan untuk pengembangan dasar-dasar pribadi setiap anak binaan agar mampu menyeimbangkan atau mengendalikan dirinya sendiri melalui kegiatan keagamaan, jasmani, intelektual serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Sedangkan pembinaan kemandirian diberikan agar anak binaan mempunyai keahlian, kecakapan serta kemampuan. Seperti pelatihan perkebunan, pangkas rambut, dan menyablon,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

 

Update