
batampos – Aktivitas mudik dan arus balik Lebaran 2025 melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam berjalan lancar dan terkendali. Sejak dibukanya posko Lebaran pada 21 Maret hingga 7 April 2025, tercatat sebanyak 264.819 penumpang menggunakan penerbangan dari dan ke Batam.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah menyampaikan jumlah ini tidak jauh berbeda dibandingkan periode Lebaran tahun 2024 yang mencatat 262.253 penumpang.
“Data yang tercatat ini sejak awal posko dibuka pada 21 Maret hingga kini, sudah ada sebanyak 264.819 penumpang, dengan rincian keberangkatan 145.516 dan kedatangan 119.303 penumpang,” jelas Pikri, Selasa (8/4).
Baca Juga: Personel Gabungan Lakukan Pengamanan Arus Balik di Pelabuhan, Pemeriksaan Acak Diberlakukan
Namun dari sisi jumlah penerbangan, terjadi penurunan sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini tercatat sebanyak 1.813 penerbangan selama masa mudik dan balik.
Menariknya, angkutan kargo justru mencatatkan kenaikan signifikan hingga 28 persen, mencapai 1.925 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Pada arus balik, khususnya pada 6 April kemarin, tercatat 18.029 penumpang. Tapi terjadi penurunan penerbangan hingga 8 persen dan penurunan jumlah penumpang sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di sisa masa arus balik, pihak Bandara Hang Nadim telah mengajukan 65 penerbangan tambahan dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Pekanbaru, Medan, Padang, dan Palembang.
Menurut Pikri, penurunan jumlah penumpang pada arus balik tahun ini dipengaruhi oleh kalender libur sekolah yang dimulai lebih awal. Hal ini membuat sebagian pemudik memilih kembali sebelum puncak arus mudik.
“Karena libur panjang, banyak pemudik yang memilih pulang sebelum 21 Maret. Ini membuat pergerakan penumpang tersebar dan tidak terkonsentrasi di masa puncak,” ujarnya.
Secara umum, proses arus mudik dan balik di Bandara Hang Nadim berjalan lancar tanpa kendala cuaca maupun gangguan teknis pesawat.
Pihak pengelola memastikan operasional bandara berjalan optimal dalam melayani penumpang selama periode Lebaran. (*)
Reporter: Aziz Maulana



