Senin, 26 Januari 2026

3.485 Peserta Rampungkan Pelatihan, Pemko Desak HRD Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Bersertifikat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam Amsakar Achmad foto bersama para peserta Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi dan Pengukuran Produktivitas Tingkat Kota Batam Tahun Anggaran 2025, Rabu (3/12). Sebanyak 3.485 peserta mengikuti program peningkatan kompetensi sebagai upaya memperkuat serapan tenaga kerja lokal. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menutup secara resmi Kegiatan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi dan Pengukuran Produktivitas Tingkat Kota Batam Tahun Anggaran 2025, Rabu (3/12). Acara ini diikuti oleh 3.485 peserta yang terdiri dari calon tenaga kerja dan pekerja aktif, serta turut menghadirkan Muspika, perwakilan perusahaan, HRD, dan stakeholder dunia industri.

Penutupan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan kunci utama dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan di Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menguraikan bahwa problem ketenagakerjaan di Batam bukan sekadar kurangnya lapangan pekerjaan, tetapi lebih pada minimnya kualitas keahlian dibanding kebutuhan industri.

“Problem ketenagakerjaan di Batam adalah kompetensi. Usia produktif kita tinggi, tetapi rekrutmen tenaga kerjanya terbatas. Karena itu pelatihan dan sertifikasi menjadi penting agar tenaga kerja kita bisa diterima HRD perusahaan dan tidak menambah angka pengangguran,” tegasnya.

Amsakar menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Batam berada pada angka 7,86 persen, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kepri.

“Ini bukan prestasi. Ini berita duka. Dan menjadi tanggung jawab kolektif kita semua,” ujarnya.

Amsakar juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah berdialog dengan para HRD dari perwakilan 30 perusahaan. Ia mendorong kebijakan afirmasi tenaga kerja lokal sebesar 10–20 persen minimal untuk dapat diterima di sektor industri Batam, terutama bagi yang telah memiliki sertifikasi resmi.

“Saya harapkan HRD open dengan persoalan rekrutmen ini. Beri prioritas tenaga kerja lokal yang sudah bersertifikasi, baru setelah itu buka ruang bagi pekerja dari luar daerah,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta pola rekrutmen melalui PPDN tidak lagi menjadi prioritas, demi memperkuat serapan tenaga kerja lokal.“Prioritas kita adalah anak-anak Batam dulu. Setelah itu baru pekerja dari luar daerah seperti Sumbar, Sumut, Jabar, Jatim, dan daerah lainnya,” tegasnya.

Amsakar turut menekankan tiga prinsip pembangunan yang menjadi pijakan kerja Pemko Batam, yaitu mengadakan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada dan memberdayakan masyarakat.

“Yang kita lakukan hari ini adalah memberdayakan. Jika tiga hal ini kita jalankan konsisten, Insyaallah Batam akan menjadi negeri yang hebat. Batam harus menjadi seperti gula yang dikerumuni semut,” ucapnya optimistis.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Yudi Suprapto menyampaikan bahwa pelatihan dan Bimtek sertifikasi dilaksanakan selama hampir 11 bulan, mulai Februari hingga Desember 2025, dengan proses pendaftaran secara online.

“Jumlah pelatihan bagi calon pekerja sebanyak 83 program dengan peserta 3.449 orang, dan Bimtek sertifikasi bagi pekerja aktif berjumlah 53 program dengan 1.396 peserta,” jelas Yudi.

Program pelatihan dilakukan bekerja sama dengan 26 LPK dari total 118 LPK swasta berizin di Batam, dengan metode pembelajaran dikelola instruktur LPK dan assesmen dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi, sertifikat dari BNSP atau dari Kementerian sesuai ketentuan.

Bidang pelatihan mencakup sektor industri dan jasa, di antaranya Migas, Welder dan pengelasan, Forklift dan heavy equipment, Rider / logistik, Bahasa asing, Jasa pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif, Bidang digital dan banyak sektor lainnya.

Di akhir kegiatan, Yudi berharap sertifikasi kompetensi dapat menjadi modal strategis agar lulusan pelatihan mampu bersaing di dunia industri modern.

“Pemerintah Kota Batam berharap putra-putri Batam dapat bersaing dan menduduki jabatan produktif pada lowongan yang tersedia,” tutupnya.

Kegiatan pelatihan kompetensi dan sertifikasi ini menjadi langkah konkret Pemko Batam untuk mencetak tenaga kerja profesional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menekan angka pengangguran di daerah industri terbesar di Sumatera itu.

Ke depan, Pemko Batam berkomitmen menghadirkan kebijakan afirmatif ketenagakerjaan lokal dan memperluas konektivitas antara LPK, pemerintah, dan dunia usaha. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update