Jumat, 3 April 2026

3 Faktor Ini akan Menjadi Penyebab Inflasi di Batam dan Provinsi Kepri Pada Januari 2022

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Inflasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri memprediksi risiko inflasi pada Januari 2022 diperkirakan sedikit berkurang dan masih berada di rentang sasaran inflasi.

Wakil Ketua TPID Provinsi Kepri, Musni K Atmaja, mengatakan, ada beberapa risiko inflasi yang harus diwaspadai antaran lain yakni:

1. Cuaca Ekstrem
2. Kenaikan Harga CPO
3. Kenaikan Cukai Hasil Tembakau

Ia menjelaskan cuaca ekstrem akibat badai La Nina dapat menganggu produksi dan distribusi komoditas pangan. Terutama sayuran dan ikan segar.

“Dampak kenaikan harga CPO secara global terhadap harga minyak goreng dan kenaikan cukai hasil tembakau (CHE) dan harga jual eceran (HJE) untuk rokok mulai Januari 2022,” ujarnya, Selasa (4/1/2022).

Ia menjelaskan, sehubungan dengan hal tersebut, upaya pengendalian inflasi oleh TPID akan terus difokuskan untuk memastikan ketersediaan stok menjaga kelancaran distribusi dan memastikan keterjangkauan harga.

Caranya dengan mengawasu harga bahan pangan dan lonjakan harga pangan serta melakukan operasi pasar diperlukan. Kemudian memastikan kelancaran aktivitas bongkar muat dan ketersediaan stok bahan pangan strategis pada Bulog dan distributor.

Terkahir yakni pengembangan cabai hijau dan replikasi Proliga cabai merah bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota batam serta BPTP Kepri.

“Dalam jangka panjang TPID memandang upaya untuk meningkatkan produktivitas petani dan nelayan perlu tersu dilakukan agar dukungan terhadap pengendalian inflasi dapat semakin optimal,” katanya.

Caranya kata dia, melalui penguatan kelembagaan, perluasan lahan dan implementasu teknik budidaya yang lebih baik. Seperti program lipat ganda (Proliga), program urban farming dan digital farming.

“TPID akan terus mendorong digitalisasi dalam pemasaran bahan pangan secara online yang diintegrasikan dengan pembayaran digital (QRIS) untuk mengurangi risiko penularan Covid-19,” tuturnya.

Reporter: Messa Haris

UPDATE