
batampos – Pemko Batam mengambil tiga langkah antisipasi untuk mencegah wabah cacar monyet atau monkeyfox.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Batam, Heriman, mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi jika ada temuan kasus cacar monyet.
“Pertama kita mengeluarkan surat edaran terkait antisipasi monkeypox. Kedua menyiapkan dua rumah sakit rujukan untuk menangani kasus monkeypox yakni RSBP dan RSUDEF,” ujarnya, Rabu (3/8/2022).
Ketiga, kata dia, Pemko Batam akan membentuk tim khusus yang akan melaporkan pergerakan kasus ini nantinya.
“Tentunya harapan kita bersama virus ini tidak sampai masuk ke Batam. Hanya saja karena di negara tetangga sudah ditemukan, dan Batam merupakan pintu masuk, perlu sekali dilakukan tindakan pencegahan,” jelasnya.
Heriman menambahkan, karena mewabahnya kasus ini, pihak rumah sakit, dan puskesmas diminta aktif mendeteksi dini adanya ciri-ciri monkeypox pada pasien.
Ia menyebutkan tanggal 27 Juli lalu RS Elizabeth melaporkan satu kasus dengan ciri-ciri menyerupai monkeypox.
Pihak dari Dinkes langsung turun untuk melakukan pengambilan sampel dan memeriksa kontak erat pasien.
“Ada delapan kontak erat yang diperiksa. Petugas juga menanyai riwayat perjalan pasien, dan ternyata dia tidak melakukan perjalan keluar negeri. Alhamdulillah hasil sampel baru kelar siang ini, dan hasilnya negatif,” beber Mantan Kepala Inspektorat Kota Batam ini.
Ia menambahkan saat ini pemeriksaan sampel masih dilakukan dipusat. Hal ini karena Batam tidak memiliki alat untuk melakukan pemeriksaan monkeypox.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BTKLPP sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang bertugas untuk mendeteksi jenis virus.
“Tadi disampaikan Pak Budi untuk pengiriman biaya sampel masih menggunakan dana Covid-19. Hal ini karena belum ada plot anggaran untuk menangani persoalan monkeypox di daerah,” imbuhnya.(*)
Reporter: Yulitavia



