
batampos – Layanan penukaran uang rupiah oleh Bank Indonesia (BI) melalui program kas keliling disambut antusias warga di kawasan Masjid Agung Raja Ahmad Tabib, Selasa (3/3) pagi hingga siang.
Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati area layanan untuk menukarkan uang pecahan kecil menjelang Ramadan dan Idulfitri. Hingga pukul 12.00 WIB atau menjelang waktu Zuhur, tercatat sekitar 300 orang telah melakukan penukaran.
Petugas keamanan BI di lokasi, Roban, mengatakan kuota penukaran pada hari itu memang dibatasi sesuai jumlah pendaftar.
“Hari ini yang daftar sampai pukul 12.00 sekitar 300 orang,” ujarnya saat ditemui Batam Pos di lokasi pelayanan.
Dalam layanan tersebut, setiap warga dibatasi maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang. Pembatasan ini dilakukan agar distribusi uang pecahan dapat merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Adapun pecahan uang yang disediakan dalam layanan penukaran tersebut meliputi Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, Rp10.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, Rp2.000 sebanyak 100 lembar, serta Rp1.000 sebanyak 100 lembar, dengan total maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang.
Untuk jadwal dan lokasi penukaran berikutnya, masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran melalui aplikasi resmi BI, yakni SI PINTAR.
“Untuk memastikan jadwal dan tempatnya harus memakai aplikasi SI PINTAR,” kata Roban.
Bank Indonesia juga akan membuka gelombang kedua penukaran pada Jumat mendatang. Warga diimbau mendaftar lebih awal melalui aplikasi guna memastikan ketersediaan kuota dan menghindari antrean panjang di lokasi.
Program kas keliling ini rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil, sekaligus menjaga distribusi uang rupiah tetap tertib dan terkontrol.(*)



