Jumat, 13 Maret 2026

320 Ekor Sapi Dikirim dari Pelabuhan Pelindo Panjang ke Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Sapi dan kambing yang masuk ke Kota Batam wajib menjalani karantina selama 14 hari untuk Penyakit Mulut dan Kuku. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengiriman hewan kurban sudah mulai dilakukan Kamis (16/6) malam. Sebanyak 320 ekor sapi dibawa dari Pelabuhan Pelindo Panjang Bandar Lampung menuju ke Pelabuhan Beton Sekupang, Batam, tanpa proses transit. Direncanakan 320 ekor sapi ini akan tiba di Batam pada Minggu (20/6).

“Ya, proses pengiriman perdana sudah dimulai tadi malam. Ada sebanyak 320 ekor sapi yang dikirim ke Kota Batam,” ujar Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB), Musofa, Jumat (17/6).

Menurutnya, sapi yang dikirim ini sudah melakukan sejumlah standar operasional prosedur karantina yang ditetapkan oleh Satgas Penyakit Hewan dan Mulut (PMK) hewan kurban Kota Batam. Diantaranya, karntina selama 14 hari, sertifikat kesehatan hewan dari Badan Karantina Pertanian, surat keterangan kesehatan hewan dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Lampung Tengah, surat rekomendasi persetujuan pemasukan hewan ternak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam.

“Semuanya sudah kita lengkapi dan proses pengiriman kedua insallah dilaksanakan malam ini, Jumat 17 Juni,” ucap Musofa.

Ditambahnya, tak jauh berbeda dari proses pengiriman sapi pertama. Sapi-sapi yang dikirim usia 2 sampai 3 tahun. Pengiriman dari Pelabuhan Pelindo Panjang Bandar Lampung menuju ke Pelabuhan Beton Sekupang, tanpa proses transit.

“Pada pengiriman kedua ini kita gunakan kapal yang besar yang memuat 620 ekor sapi,” ujarnya.

Musofa mengakui, sampai saat ini tidak ada kendala pengiriman sapi hewan kurban ke Batam. Apalagi, sapi-sapi tersebut sudah melalui isolasi dan uji laboratorium yang dilakukan pihak terkait.

“Untuk stok kurban insallah tercukupi, karena ada beberapa kapal lagi yang akan dikirim ke Batam,” pungkasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis mengatakan, hewan kurban yang dikirim ke Batam ini sudah melakukan tahapan sesuai yang ditetapkan Satgas Penyakit Hewan dan Mulut (PMK) hewan kurban Kota Batam.

“Pelaksanaan SOP ini penting dalam memastikan pengiriman hewan kurban ke Batam benar-benar sehat dan tidak terdampak PMK. Isolasi dilaksanakan di daerah asal atau Lampung Tengah selama 14 hari,” ujarnya.

Mardanis menambahkan, hewan kurban hasilnya aman dan uji laboratorium aman akan diberi tanda. Selain itu, selama di perjalan di kapal, sapi dan kambing ini harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat juga. Semisal, kapal wajib disiram disinfektan, anak buah kapal harus steril dan wajib didampingi oleh dokter hewan selama diperjalanan.

“Jadi benar-benar menjalankan protokol kesehatan hewan. Kita gak mau asal-asalan,” ucap Mardanis.

Terkait proses pengiriman ini pihaknya akan menyiapkan tiga kapal dari Lampung Tengah. Satu kapal nantinya akan mampu memuat hingga 300 ekor sapi. Dua pelabuhan di Batampun disiapkan, yakni sapi akan masuk lewat Pelabuhan Sekupang sedangkan kambing dari Pelabuhan Punggur.

“Di Sekupang di Pelabuhan Pelni lama kita tetapkan. Nanti setelah sapi turun disana langsung dibawa pakai lori ke Tanjung Undap,” tuturnya. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN