Senin, 19 Januari 2026

348 Kasus Baru HIV di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat dalam kurun waktu sembilan bulan, Januari hingga September 2021, sedikitnya 348 kasus baru penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV). Ironinya, rentang usia penderita didominasi antara usia 25 sampai 49 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmardji, merinci bahwa rentang usia paling banyak menderita HIV, yakni berusia 25 sampai 49 tahun dengan jumlah penderita mencapai 285 kasus. Lalu, usia 20-24 tahun sebanyak 31 kasus, serta usia 50 tahun ke atas 21 orang. Sedangkan usia 15-19 tahun terdapat enam kasus, dan balita usia empat tahun tiga kasus, serta usia 5-14 tahun sebanyak satu kasus.

”Paling banyak usia produktif,” katanya, Kamis (25/11/2021).

Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

Adapun bila dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, penderita HIV di Batam didominasi laki-laki, yakni sebanyak 250 kasus. Sementara perempuan berjumlah 98 kasus.

”Paling banyak laki-laki usia 25 tahun sampai 49 tahun dengan junlah 204 kasus,” bebernya.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada sebanyak 538 kasus baru HIV dari 23.479 sampel yang melakukan tes HIV. Sementara pada 2019 terdapat 692 penderita dari 28.142 orang yang menjalani tes HIV. Tahun 2018 sebanyak 718 kasus dari 20.960 yang melakukan tes HIV. Sementara, 2017 terdapat 768 kasus HIV AIDS dari 20.393 yang menjalani tes.

Dijelaskannya, HIV sebagian besar disebabkan seks bebas yang disertai tanpa alat pengaman atau kondom. Apalagi ganti-ganti pasangan. Ditambah yang berhubungan seks dengan sesama jenis.

”Paling banyak itu pasangan sejenis LSL (Lelaki Suka Lelaki),” jelasnya.

Sementara itu, bagi pasangan sejenis lesbian, diakuinya, tidak masuk kelompok risiko. Sebab, secara teknis tidak ada penetrasi dan dianggap rendah risikonya. Begitu juga dengan pengguna jarum suntik (narkoba) yang saat ini sudah jarang digunakan.

Ditambahkan Didi, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Batam dalam menimimalisir angka HIV AIDS. Salah satunya memberikan penyuluhan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Melakukan tes HIV AIDS sebanyak-banyaknya termasuk juga Mobile VCT.

Selain itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi pengobatan segera, sebab orang dalam HIV AIDS (ODHA) yang teratur ARV menyebabkan viral load rendah dan kemungkinan menularkan juga menjadi rendah.

”Selain itu kami juga menurunkan stigma HIV AIDS di masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Update