
batampos – Direktorat Polairud Polda Kepri memperkuat sistem keamanan laut di wilayah perbatasan. Hingga 2025, unit ini telah mengoperasikan 35 armada, mulai dari kapal patroli cepat hingga perahu karet. Diantara armada, ada 3 kapal baru dengan kecepatan 55 knot perjam. Penguatan sarana tersebut dinilai penting karena modus kejahatan di laut semakin canggih dan beragam.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan pentingnya peningkatan profesionalitas anggota kepolisian di tengah semakin canggih dan beragamnya modus kejahatan. Hal itu disampaikan pada perayaan HUT ke-75 Ditpolairud Polri yang digelar di Mako Ditpolairud Polda Kepri, Senin (1/12).
Asep menjelaskan dinamika kejahatan maritim saat ini menuntut kepolisian beradaptasi lebih cepat. Kepri sebagai wilayah kepulauan di jalur pelayaran internasional memiliki potensi kerawanan yang tinggi.
“Para pelaku kejahatan semakin canggih, tantangannya semakin banyak. Model kejahatan juga semakin beragam. Artinya polisinya khususnya Polairud harus meningkatkan profesionalitas,” kata Asep.
Ia menekankan bahwa posisi Kepri sebagai gerbang laut Indonesia menjadikan pengawasan perairan sangat krusial. Akses keluar-masuk kapal, barang, dan orang yang tinggi membuat Ditpolairud harus selalu siap siaga.
“Kepulauan Riau berada pada jalur laut yang sangat strategis. Kami harus lebih profesional menghadapi dinamika itu,” ujarnya.
Sementara, Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Handono Subiakto, menegaskan peningkatan profesionalitas personel menjadi prioritas utama. Pelatihan terus dilakukan, baik melalui program Mabes Polri maupun internal direktorat.
“Peningkatan SDM itu penting. Pelatihan berkelanjutan terus jalan. Siapa yang dapat pelatihan, nanti berbagi pengalaman kepada lainnya,” tegasnya.
Selain pelatihan, Ditpolairud juga memperkuat sarana pendukung, seperti peralatan selam dan perlengkapan operasional lainnya. Hal ini dilakukan agar setiap operasi di laut bisa berjalan optimal.
“Penambahan peralatan kami lakukan untuk men-support kegiatan operasional agar lebih profesional,” ujarnya.
Bahkan dalam rangka memperkuat kemampuan operasional, Ditpolairud Polda Kepri mendapat tambahan tiga kapal baru pada 2025.
“Untuk tahun 2025, kami dapat tiga kapal. Pertama Kapal Arung Seligi yang datang bulan Juli dan sudah beroperasi. Lalu bulan kemarin dua kapal tipe C2,” jelasnya.
Kapal tipe C2 tersebut merupakan kapal patroli cepat yang mampu melaju hingga 55 knot. Kecepatan ini memungkinkan petugas mengejar kapal-kapal pelintas yang diduga melakukan pelanggaran atau tindak kejahatan.
“Kapal ini lebih ke patroli cepat. Kemarin kami coba, kecepatannya bisa sampai 55 knot,” papar Handono.
Polda Kepri juga telah menjalin komunikasi dengan Mabes Polri untuk rencana penambahan armada di 2026. Harapannya, Ditpolairud memperoleh kapal yang dapat mengangkut personel dalam jumlah lebih besar.
“Kegiatan banyak di Tanjungpinang, sementara markas kami di Batam. Jadi kami butuh kapal yang bisa membawa personel lebih banyak,” ujarnya.
Dengan tambahan dua kapal C2 terbaru, total kapal patroli yang dimiliki Ditpolairud kini 17 unit, dan bila digabung dengan perahu karet serta armada pendukung lainnya, jumlah keseluruhan mencapai 35 unit. Kapal-kapal ini disebar di sejumlah pos untuk pengawasan laut secara berkala.
Sementara itu, jumlah personel Ditpolairud mencapai 206 anggota, yang bertugas secara bergiliran agar tidak ada wilayah patroli yang kosong.
“Untuk patroli itu bergantian. Siapa yang naik, nanti diganti. Jangan sampai ada wilayah yang kosong,” terang Handono.
Polda Kepri berharap penguatan armada dan SDM ini mampu menjawab tantangan pengamanan maritim di Kepri, terutama menghadapi jaringan kejahatan yang terus berkembang di wilayah perbatasan. (*)
Reporter: Yashinta



