Jumat, 3 April 2026

Di Batam, Premium Sudah Tak Tersedia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di kawasan Batam Center, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

batampos – Kebijakan Presiden Joko Widodo membatalkan rencana untuk menghilangkan premium di tahun 2022, nyatanya tak berefek di Batam.

Sebab, saat ini hampir semua SPBU tak lagi menyediakan premium. Pantauan Batam Pos di sejumlah SPBU di Kota Batam, Senin (3/1/2022), tak ada lagi tanda-tanda adanya dispenser premium.

Nama premium juga sudah dihilangkan dari papan nama di atas dispenser pengisian minyak di SPBU. Salah satu petugas SPBU di kawasan Nongsa yang enggan menyebut namanya, mengatakan, premium sudah tak didistribusikan sejak bulan November lalu.

Sehingga, pihak SPBU tak lagi menyediakan premium.

”Sudah dua bulan lalu, jadi memang tak ada lagi premium,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, sampai saat ini masih banyak pengendara yang menanyakan ketersediaan premium, meski nama premium tak ada lagi di papan dispenser. Petugas pun langsung memberitahu bahwa premium sudah tak ada lagi.

”Masih banyak yang tanya, karena memang harganya paling murah,” terang petugas operator pengisian minyak ke tangki pembeli tersebut.

Hal serupa dikatakan petugas SPBU di wilayah Batam Center. Ia menyebut, premium sudah tak ada lagi. Untuk jenis bahan bakar minyak (bbm) yang paling murah yakni pertalite dengan harga Rp 8 per liter, sedangkan pertamax 92 harganya Rp 9.200 per liter.

”Tak ada lagi premium, adanya cuma pertalite dan pertamax,” ujar petugas, yang juga tak berkenan namanya ditulis di koran.

Disinggung tentang kebijakan Presiden Jokowi yang membatalkan penghapus premium dan pertalite, ia belum dapat informasi.

”Belum ada informasi terkait premium,” imbuhnya.

Novi, salah seorang warga Nongsa, berharap premium bisa disediakan kembali. Apalagi, untuk masyarakat menegah ke bawah yang memang berharap premium tetap ada.

”Ya kami kehilangan premium, di mana-mana tak ada lagi. Jadi memang terpaksa isi pertalite,” katanya.

Bahkan, ia sempat kesal ketika beberapa waktu lalu ada informasi bahwa pertalite akan dihapus. Apalagi, di tengah kondisi masyarakat yang belum pulih pasca pandemi.

”Ya kalau pertalite juga hilang, tak tahu nak cakap (mau ngomong) apalagi. Pemerintah pelan-pelan membunuh masyarakat kecil,” katanya.

Reporter: Yashinta

UPDATE