Rabu, 8 April 2026

Kasus Covid-19 Diprediksi Meningkat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Kasus aktif Covid-19 di Kepri sekitar sepekan lalu atau tepatnya 17 Januari, tercatat hanya 2 kasus. Sepekan berselang, tercatat kasus aktif Covid-19 di Kepri merangkak naik jadi 25 orang yang sedang menjalani perawatan.

Beberapa kota dan kabupaten juga mengalami peningkatan status. Peta risiko Kota Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun naik menjadi kuning. Sedangkan kabupaten lainnya, masih berstatus hijau.

Terhitung hingga 23 Januari 2022 , ada 8 konfirmasi kasus baru, 6 orang di Batam, 1 di Tanjungpinang dan 1 di Bintan. Namun, peningkatan korban meninggal hingga kini tidak ada.

Walaupun begitu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, M Bisri, meminta masyarakat kembali meningkatkan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19.

”Kemarin ini (protkes) sempat kendor, ayo kembali ditingkatkan. Masker dipakai, cuci tangan dan hindari kerumunan,” imbau Bisri.

Berdasarkan data yang dimilikinya, kasus baru yang muncul ini kebanyakan orang-orang yang baru saja melakukan perjalanan ke luar daerah.

”Efek Nataru (Natal dan Tahun Baru) sudah mulai terlihat. Jadi, mereka ini kebanyakan habis berlibur dan pulang di pertengahan Januari,” ucapnya.

Hal ini, kata Bisri, memang sudah diprediksi oleh Kementerian Kesehatan. Dimana, akan ada peningkatan kasus usai Nataru. Dari paparan Kemenkes, Kepri termasuk daerah yang harus mewaspadai peningkatan kasus.

”Selain Jakarta, Kepri termasuk. Selain akibat Nataru, juga karena varian Omicron,” ujarnya.

Walaupun sejauh ini belum ada terkonfirmasi penularan Omicron di Kepri, Bisri berharap masyarakat kembali meningkatan kewaspadaan dan protkes.

”Sejauh ini memang ada dua yang terkonfirmasi varian Omicron, yakni dari PMI (pekerja migran Indonesia) yang kembali ke Indonesia dari Malaysia. Penularan lokal belum ada,” ujarnya.

Tapi , setiap hari ribuan orang datang ke Kepri. Pergerakan masyarakat yang dinamis dan tinggi, sehingga membuat Kepri berpotensi kembali akan mengalami kenaikan kasus.

”Kami tidak bisa hambat, sebab kemungkinan kasus ini berasal dari perjalanan antardaerah. Masyarakat harus sadar bahwa pejalan antardaerah membuat orang berisiko tinggi,” ucapnya.

Ia berharap kepada masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan antardaerah, apalagi ke Jakarta, diharapkan dapat meningkatkan protkesnya, atau melakukan karantina selama 3 hari.

”Jika tidak bisa, hindari kontak berlebihan dengan keluarga atau koleganya. Tolong bantu pemerintah dalam penanganan kasus ini,” tuturnya.

Semakin banyaknya masyarakat yang sadar, ia berharap peningkatan kasus Covid-19 tidak akan setinggi beberapa waktu lalu.

”Kami hanya bisa melakukan tracing (penelusuran) jika memang ada terkonfirmasi. Tracing masif kami lakukan, demi menghindari penularan lebih banyak lagi di masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE