
batampos – Pemko Batam berencana kembali menempatkan pasien Covid-19 di Asrama Haji Batam di Batam Center. Hal ini sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Saat ini, terdapat 17 kasus aktif yang masih dalam masa perawatan dan pemulihan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, penyebaran kasus Covid-19 masih merupakan kontak erat dari kasus sebelumnya.
”Memang sedikit mengalami kenaikan ya, kalau dibandingkan dengan beberapa pekan terakhir saat Batam berhasil zero (nol) kasus,” kata Didi.
Didi menyebutkan, saat ini kasus Covid-19 ada yang bergejala dan tidak. Seperti prosedur awal, jika bergejala dan membutuhkan perawatan, maka akan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sedangkan yang tidak bergejala bisa melaksanakan isolasi mandiri di rumah.
”Namun jika ada lonjakan yang cukup signifikan, maka akan ditempatkan di Asrama Haji,” katanya.
Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, pihaknya juga meningkatkan tracing, sebagai upaya dini memutus mata rantai penyebaran.
”Semakin berkembangnya kasus Omicron dan sudah ada pasien yang meninggal (di Jakarta, red) tentu kami berharap tidak ada penyebaran lokal (Batam),” harapnya.
Sementara itu, Kemenkes akan memberikan bantuan alat Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian baru Covid-19 terutama Omicron atau B.1.1.529.
Wakil Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, menyampaikan, alat tersebut diberikan untuk mempercepat pemeriksaan spesimen dari pasien Covid-19.
“Jadi sebentar lagi, Kepri akan memiliki alat pendeteksi omicron,” ujar Tjetjep.
Selama ini, spesimen dari pasien Covid-19 dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Proses pengiriman, pemeriksaan hingga mendapatkan hasil, membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Nanti kalau (ada alat) ada Omicron di suatu titik bisa segera diketahui,” katanya.
Tjetjep menjelaskan, sementara ini, Kepri memiliki alat deteksi varian baru Omicron dengan metode S Gene Mutan Identification Test (SMIT).
Beberapa waktu lalu, diketahui ada dua PMI yang diduga (probable) terjangkit varian Omicron.
Namun, untuk lebih memastikan lagi, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) mengirimkan spesimen ke
Balitbangkes.
Terkait dengan bantuan alat WGS dari Kemenkes RI, Tjejep mengatakan alat tersebut diperkirakan akan tiba pada Maret atau April 2022.
“Jika alat itu sudah ada, spesimen tidak dikirimkan ke Jakarta, pemeriksaan spesimen bisa dilakukan di sini,” tutupnya.
Reporter: Yulitavia, Fiska Juanda



