Jumat, 30 Januari 2026

BP Batam Gesa Pembangunan Masjid Tanjak, Ramadan Sudah Difungsikan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Badan Pengusahaan (BP) Batam menggesa pembangunan Masjid Tanjak di kawasan Bandara Hang Nadim. Sebab, masjid yang akan menjadi salah satu ikon di Kota Batam itu, ditargetkan rampung sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggesa pembangunan Masjid Tanjak di kawasan Bandara Hang Nadim. Sebab, masjid yang akan menjadi salah satu ikon di Kota Batam itu, ditargetkan rampung sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan.

”Sebenarnya (target) selesainya itu setelah Lebaran. Tapi kami lagi berusaha, insya Allah bulan Ramadan sudah bisa difungsikan,” kata Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita.

Progres pembangunan masjid itu sudah hampir ke tahapan akhir. Sebab, pekerjaan struktur bangunan sudah bisa dikatakan rampung. Namun, yang belum selesai adalah arsitekturalnya.

”Jadi itu (proses) memasukkan air dan listrik. Yang penting kalau mau kita gunakan, dua hal itu yang utama. Apalagi salat taraweh itu malam hari,” katanya.

Pihaknya akan menggesa pekerjaan yang belum rampung agar lebih cepat dari target yang direncanakan. Sehingga, harapannya Ramadan mendatang, Masjid Tanjak sudah bisa digunakan.

”Pengerjaan terus kami kebut. Semoga juga hujan tidak terus-terusan,” imbuhnya.

Dalam berita sebelumnya, Masjid Tanjak dibangun di atas lahan seluas 15.797 meter persegi, lantai 1 luas bangunan 2.094 meter persegi, lantai 2 atau mezzanine luas bangunan 468 meter persegi.

Sementara, tinggi bangunan masjid mencapai 39,5 meter, tinggi menara masjid 45 meter, kapasitas jemaah pria pada lantai 1 dapat menampung sebanyak 900 jemaah, dan kapasitas jemaah wanita pada lantai 2 dapat menampung sebanyak 350 jemaah.

Struktur fondasi tiang pancang beton dan tipe struktur bangunan kombinasi struktur beton bertulang dan baja, material arsitektur tanjak aluminium composite panel (ACP).

Biaya pembangunan masjid mencapai Rp 39.937.665.520, dengan sumber pembiayaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kontraktornya
yakni PT Nenci Citra Pratama.

Reporter: Eggi Idriansyah

Update