
batampos – Kota Batam kembali berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Hal itu sebagai langkah menyiasati tingginya kasus Covid-19 Kota Batam hingga awal Maret 2022.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penilaian naiknya level disuatu daerah.
Di antaranya, tingkat konfirmasi, tingkat huni rumah sakit atau BOR, tingkat kematian, testing, tracing, treatment, vaksinasi umum, dan vaksinasi lansia.
“Persoalan kita ada 2 hal pertama disebut dengan tingkat konfirmasi yang beberapa hari ini relatif tinggi dan tingkat hunian rumah sakitnya juga sudah mulai full,” jelasnya.
Angka yang terpapar positif dan dalam perawatan di Kota Batam sudah mencapai 2.173. Sementara, pasien yang sembuh atau sudah menyelesaikan isolasi 26.758 orang dan pasien meninggal 869 orang.
Sehingga total masyarakat Batam yang sudah terkonfimasi Covid-19 dari Maret 2020 lalu hingga 1 Maret 2022 sudah sebanyak 29.800 orang.
“Khusus hari ini saja ada 158 orang yang dinyatakan Covid-19. Yang sembuh juga cukup banyak 207 orang dan meninggal 2 orang,” sebut Amsakar.
Menurut dia, tren Covid-19 ini meningkat, lantaran pihaknya gencar melakukan tracing. Angka tracing di Batam sudah mencapai 16.4. Hal inilah yang membuat Batam turun level itu.
“Karena kasus konfirmasi tinggi, kemudian tingkat bed occupancy rate di rumah sakit juga tinggi. Kalau kasus tinggi otomatis rumah sakit juga tinggi,” beber Amsakar.
Dikatakannya banyak warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 maka banyak pula yang di tracing. Itu berati semakin besar jumlahnya yang terpapar.
“Apabila, 1 orang dikali 15 orang, berarti ada ribuan orang yang dilacak oleh tenaga Puskesmas kita,” terang mantan Kepala Disperindag Kota Batam itu.
Karena itu dalam menekan penyebaran Covid-19 ini tak hanya menjadi tugas pemerintah saja. Melainkan seluruh stakeholder dan masyarakat Kota Batam. Masyarakat harus tetap patuhi protokol kesehatan (prokes).
Di antaranya memakai masker, jaga jarak, mengurangi mobilitas, hindari kerumunan, rajin cuci tangan dan menggunakan handsanitizer. Selain itu, harus membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19.
“Untuk vaksinasi 1 dan 2 kita sudah mencapai target. Dan tak kalah penting yakni vaksinasi booster. Alhamdulilah, tim 21 puskesmas kita mempercepat upaya vaksinasi itu,” pungkasnya.
Reporter: Yashinta



