
batampos – Ketua Penggerak PKK Batam, Marlin Agustina, berharap dalam beberapa tahun ke depan Batam bisa zero stunting. Untuk itu, pencegahan bisa dimulai dari hulu.
Marlin mengatakan, pemerintah sangat fokus dalam mencegah terjadinya stunting. Ia mengimbau kepada ibu-ibu untuk memberikan asi ekslusif kepada anak-anak minimal enam bulan dan maksimal 2 tahun.
“Banyak ibu-ibu yang khawatir kalau minum pil KB takut ASI nya tidak lancar. Nah, dengan pil progestin ini saya dengar aman dan tidak ada efek dan berpengaruh terhadap produksi air susu ibu (ASI),” kata dia usai menghadiri acara di Graha Hermin, Batuaji, Sabtu (19/3/2022).
Pemenuhan gizi anak sangat penting, salah satunya dengan pemberian ASI dalam upaya mencegah stunting.
Saat ini pil KB sangat ramah bagi ibu menyusui. Pihaknya sangat mendukung program pemerintah dalam menghadirkan alat kontrasepsi untuk mendukung ibu menyusui.
“Saya berharap Batam bisa zero stunting pastinya. Karena itu penting sekali edukasi sejak dini. Karena sekarang banyak yang memilih tidak menyusui anak karena takut akan dampak tubuh mereka. Saya ingin ajak ibu-ibu untuk menyusui anak mereka,” jelasnya.
Ia juga mendukung kemajuan teknologi dalam era digitalisasi menghadirkan informasi dalam genggaman.
Kemudahan akses informasi stunting dan pencegahan diharapkan membantu calon ibu untuk mempersiapkan kehamilan dan kelahiran anak mereka.
“Saya berharap angka stunting 3000 yang saat ini ada bisa turun,” sebutnya.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Nopian Andusti, mengatakan, pencegahan stunting harus dimulai dari hulu. Salah satunya pemberian ASI ekslusif.
Generasi siap menikah harus dibekali ilmu dan diedukasi agar bisa melahirkan generasi yang tidak stunting.
Pada prinsipnya, kampanye pil progestin pasca persalinan ini disiapkan untuk memenuhi harapan ibu yang baru melahirkan. Pil progestin sangat aman, dan tidak akan berdampak terhadap produksi air susu ibu.
Pengentasan stunting dimulai dari hulu. Persiapan menikah, tiga bulan sebelum menikah sangat penting bagi calon pasangan pengantin (Catin) untuk memeriksakan kesehatan mereka.
Catin harus dalam kondisi sehat. Untuk wanita sehat, dan tidak anemia, kurus, dan siap untuk hamil, begitu juga dengan laki-laki.
Pihaknya sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mematikan kesehatan Catin sebelum menikah.
Pastikan calon pasangan ini sehat, dan melampirkan bukti pengecekan kesehatan. Nantinya akan diunggah pada sistem elektronik siap nikah siap hamil (Elsimil).
“Bukan berarti kalau tidak sehat tidak boleh menikah. Menikah tetap jalan, namun untuk hamil yang harus ditunda dulu sampai kesehatan benar-benar siap untuk hamil,” Nopian.
Sekda Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, Pemerintah daerah sangat komit untuk memerangi dan mengendalikan stunting.
Ia berharap ke depan menuju Indonesia Emas, Batam bisa menjadi salah satu pelopor hadirnya generasi maju dan sehat.
Untuk itu, Pemko Batam berupaya meningkatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Generasi yang bisa membangun bangsa lebih baik, tentu harus sehat, cerdas, untuk itu harus disiapkan dari sekarang.
“Jadi salah satu tugas kami untuk mendukung program ini. Kami juga mengaktifkan semua kader untuk turun dan mengedukasi, agar stunting bisa dicegah,” imbuhnya.(*)
Reporter: Yulitavia



