batampos– Pemadaman listrik di Kota Batam dalam beberapa hari belakangan, dikeluhkan pelaku industri. Pasalnya, saat pemadaman bergilir yang kerap terjadi, perusahaan mengalami potensial loss.

Koordinator Wilayah Batam dan Karimun Himpunan Kawasan Industri (HKI), Tjaw Hioeng mengatakan, pemadaman bergilir ini sangat berdampak pada dunia usaha di Kota Batam. Sebab, listrik merupakan salah kebutuhan vital selain air.
“Listrik merupakan komponen yang sangat penting dan vital bagi produksi selain air,” ujarnya, Selasa (22/3).
Jika pemadaman listrik bergilir ini terus terjadi dirinya sangat menyayangkan. Karena tidak semua kawasan industri yang mempunyai pembangkit listrik. Sementara yang mempuyai pembangkit listrik saat ini hanya ada di tiga kawasan industri.
BACA JUGA: Anggota Dewan Sesalkan Pemadaman Listrik Terus Berlanjut
“Diluar itu semua tergantung kepada PLN Batam. Mereka sangat menyayangkan di zaman modern ini kok masih terjadi hal seperti ini dan tidak bisa diantisipasi,” katanya.
Sementara, jika pemadaman hanya satu sampai dua hari, pelaku industri tentunya akan mengerti karena berkaitan dengan hal-hal non teknis atau tak terduga. Namun, jika terjadi berminggu-minggu, tentunya daya saing Batam sebagai tujuan investasi akan tercoreng.
“Akan mencoreng dunia investasi kalau dibiarkan berlarut-larut. Kalau misal satu sampai dua hari bisa kita maklumi karena itu non teknis dan diluar jangkauan kita,” tuturnya.
Namun, jika semua kawasan sudah punya pembangkit listrik sendiri, tentunya hal itu tidak menjadi masalah dengan adanya pemadaman bergilir ini. Namun, disisi lain untuk mendapatkan wilayah usaha tidak mudah.
Ia mengungkapkan, saat ini banyak dari kalangan pengusaha yang sudah malas untuk menyampaikan komplain terkait dengan pemadaman listrik ini. Sebab, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh bright PLN Batam.
“Akhirnya banyak milih diam. Tapi bukan berarti diam itu bagus. Diam-diam nanti mereka (pengusaha) hengkang akhirnya,” tuturnya.
Untuk usaha yang paling berdampak dengan pemadaman ini adalah industri di bidang manufacturing. Sementara untuk pelaku usaha pada bidang warehouse atau pergudangan tak terlalu berdampak dengan pemadaman ini.
“Manufacturing pasti akan rugi kalau tak ada listrik. Karena tertunda semua produksinya,” bebernya.
Ia menambahkan, di Batam saat ini perlu mempunyai pembangkit listrik yang lebih baik. Apalagi Batam, kata dia, sebenarnya sudah mempunyai daya listrik yang cukup.
“Permasalahan yang terjadi ini salah satu mitra PLN. Perlu dijelaskan kenapa kok bisa terjadi seperti itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan, pemadaman ini sangat merugikan dunia usaha. Bahkan, kerugian itu juga turut dirasakannya baik itu di usahanya maupun di Kantor Kadin.
Sehingga akibat dari pemadaman ini melumpuhkan seluruh aktivitas dan berdampak pada kerugian.
“Saya mengingatkan PLN itu harus lebih profesional dalam mengelola. Karena sudah cukup lama juga mengelola listrik di Kota Batam,” tegasnya.
Ia melanjutkan, hal ini berbanding terbalik dengan yang dilakukan oleh bright PLN Batam. Dimana, jika terjadi keterlambatan bayar, maka bright PLN langsung melakukan pemutusan.
“Jadi harus punya bisnis etika dong. Ketika mati listrik ini, masyarakat rugi, semua rugi apa konpensasinya terhadap masyarakat,” katanya.
Ia meminta kepada bright PLN untuk tidak terlalu arogan terhadap masyarakat yang mengalami keterlambatan pembayaran dan buruknya pelayanan listrik di Kota Batam. Ia menegaskan, dirinya tak akan segan-segan untuk melaporkan bright PLN Batam ke Menteri BUMN, Erick Thohir.
bright PLN Batam harus memperhitungkan kerugian. Apalagi bright PLN Batam orientasinya adalah bisnis dan tentunya mengetahui dampak dari pemadaman ini.
“Sekali lagi, saya mengingatkan agar PLN Batam lebih profesional dalam mengelola listrik di Batam. Apalagi dia (bright PLN Batam) orientasinya bisnis. Dia bisa tau dampaknya dan perhitungannya kalau mati lisrik itu sebesar apa. Dia pasti bisa menghitung itu,” imbuhnya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



