Kamis, 2 April 2026

3 Lampu Hias di Taman Dang Anom Dicuri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Taman Dang Anom. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos -Tiga unit lampu hias yang ada di Taman Dang Anom, Batam Center, hilang digondol maling.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Yumasnur, mengatakan, tiga unit lampu hias ini berbahan stainless steel (besi tahan karat).

Hilangnya lampu hias ini diketahui saat meninjau lokasi jelang digelarnya acara bazar Batam Wonderfood and Art Ramadan.

”Saya baru cek, baru tahu juga. Karena acara juga mau dibuka Pak Menteri Sandiaga Uno, jadi kami langsung adakan pergantian lampu hias.Hal ini agar tidak mengurangi kemeriahan acara nanti,” ujarnya.

Yumasnur mengatakan, hilangnya perangkat yang merupakan milik pemerintah ini sering terjadi. Bahkan, hal ini juga pernah terjadi di flyover Laluan Madani, dan beberapa tempat lainya. Hal ini membuat gangguan penerangan bagi pengguna jalan.

”Kejadian pencurian sudah sering terjadi. Kali ini tiga unit lampu taman,” sebutnya.

Kehilangan properti berupa lampu hias ini sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. Ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali.

Ke depan, pihaknya berharap ada pemasangan kamera pemantau atau CCTv di daerah yang rawan pencurian ini.

”Sehingga bisa mencegah terjadinya tindakan pencurian di kemudian hari,” imbuhnya.

Yumasnur menambahkan, persoalan penerangan di Dang Anom menjadi salah satu tugas DBMSDA. Selama ini, Taman Dang Anom menjadi salah satu tempat rekreasi bagi warga Batam.

Banyak pengunjung yang datang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

”Satpol ada berjaga, namun tindakan pencurian ini bisa terjadi kapan saja. Jadi kami berharapnya tak ada lagi pencurian berikutnya,” imbuh Yumasnur.

Ia menambahkan, taman dan lampu hias di Taman Dang Anom dibangun dari dana CSR perusahaan di Batam, dan sudah diserahterimakan kepada Pemko Batam beberapa waktu yang lalu.

”Kami bertanggung jawab untuk mengawasi, merawat dan melindungi apa yang sudah dipasang di taman ini,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

UPDATE