Senin, 16 Maret 2026

BPKPT Kadin Siap Gerakkan Perekonomian Sumatra 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Diskusi mengelola potensi strategis Sumatra yang digelar BPKPT Kadin di Hotel Radisson, Batam. F. dok. KADIN

batampos – Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu (BPKPT) Kadin siap mendukung Pemerintah mengembangkan Sumatra dari berbagai aspek, dan menjadikan industri properti sebagai lokomotif penggerak perekonomian di pulau seluas 473 ribu kilometer persegi.

Dalam diskusi yang digelar di Hotel Radisson, hadir Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Direktur Utama Bandara Internasional Batam, Direktur Rumah Umum dan Komersial, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR , Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang PUPR dan Infrastruktur, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia , Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), dan sejumlah pemangku kepentingan dalam industri properti se-Sumatera.

“BPKPT Kadin siap menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang bergerak dalam industri properti, sebagai komitmen untuk membangun Sumatera dan Indonesia,” kata Kepala BPKPT Kadin Budiarsa Sastrawinata, Kamis (31/3).

Menurutnya, industri properti merupakan sektor strategis karena dari sisi produksi telah memberikan kontribusi 13,6 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional 2020.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) menyebutkan, pada 2021 sektor properti merupakan investasi tertinggi pertama untuk penanaman modal dalam negeri dan peringkat ke-6 untuk penanaman modal asing, menyatakan ini dalam diskusi “Mengelola Potensi Strategis Sumatra”

Pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim di Batam oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero Tbk) selama 25 tahun ke depan, akan membuka peluang usaha bagi para pemangku kepentingan (stakeholder) yang bergerak dalam industri properti.

Selain itu, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.731 km yang menghubungkan kota-kota dari Aceh hingga Lampung akan menggerakkan roda perekonomian di Sumatera, membuka sentra-sentra ekonomi baru dan pusat-pusat industri baru.

”Dan membawa potensi bisnis yang besar terutama jika dapat dikaitkan dengan perencanaan kantong- kantong permukiman secara terpadu,” ujarnya.

Jalan tol yang menelan biaya investasi sekitar Rp 555,38 triliun ini, mulai dibangun pada 2015, dan dijadwalkan selesai pada 2024.

BPKPT Kadin menggelar diskusi ini di Batam, agar dapat menggali lebih jauh potensi dan peluang usaha di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK).

Salah satu bidang di BPKPT Kadin adalah Kawasan Pengembangan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD), Kota Bandara atau Airport City, dan Kota Pelabuhan atau Harbour City.BPKPT Kadin siap mendukung Pemerintah mengembangkan kawasan TOD di wilayah ini.

BACA JUGA: Kadin Batam Serahkan Rekomendasi untuk BP dan Pemko Batam

Sementara itu Direktur PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan, melalui kolaborasi dengan Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya, Bandara Hang Nadim Batam akan dijadikan western hub pertama, menjadi penghubung penerbangan domestik di wilayah Sumatera ke bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I di wilayah timur Indonesia.

Selain itu, Bandara Hang Nadim juga menjadi hub keberangkatan haji umrah wilayah barat Indonesia. “Melalui kolaborasi dengan Incheon, Bandara Hang Nadim akan menjadi hub bagi penumpang internasional dari Bandara Incheon di Korea Selatan, dan dari wilayah Eropa menuju berbagai destinasi di Indonesia,” terangnya. (*)

Reporter: Azis Maulana

SALAM RAMADAN