
batampos – Lampu sorot di Hotel Sky One, Harbour Bay, mengganggu penerbangan internasional. Sehingga, TNI Angkatan Udara (AU) pun mendatangi tempat tersebut dan meminta manajemen hotel agar mematikan dan tidak mengoperasikan lampu itu lagi.
Laporan gangguan penerbangan internasional ini, bermula dari informasi Air Traffic Control (ATC) Singapura ke Airnav Batam. Informasi ini diteruskan ke Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dan TNI AU.
”Dari laporan itu disebutkan ada dua kali laser attack (serangan laser) ke pesawat yang approach (mendekati) Bandara Changi, 28 April,” kata Kadisops Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo.
Dari laporan ini, disebutkan ada beberapa daerah diduga penggunaan laser tersebut salah satunya di Ocarina. TNI AU lalu melakukan pengecekan ke area Ocarina. Namun, di lokasi tersebut anggota TNI AU tidak menemukan sumber laser tersebut.
”Meskipun begitu, kami tetap melakukan pemantauan di sekitar kawasan itu,” ucap Wardoyo.
Saat tengah malam, tim TNI AU melihat ada lampu sorot dari arah Harbour Bay. Lampu inilah yang diduga sebagai laser attack, yang disebutkan pihak ATC Singapura.
”Kami pun mendatangi lokasi lampu sorot,” tuturnya.
Lampu sorot itu diketahui berasal dari Hotel Sky One Harbour Bay, Batam. TNI AU lalu mengedukasi pihak manajemen hotel, agar lampu tersebut dimatikan. Sebab, dapat mengganggu penerbangan.
”Pihak manajemen hotel bersedia mematikan lampunya. Mereka juga berjanji tidak mengoperasikan lampu sorot. Selain itu, mereka juga meminta maaf atas kejadian ini,” ungkap Wardoyo.
Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Iwan Setiawan, menambahkan bahwa penggunaan laser atau lampu sorot berkekuatan besar di malam hari, dapat membahayakan penerbangan. Apalagi, lampu sorotnya dipancarkan ke atas.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam atau pengelola hiburan untuk tidak menggunakan lampu sorot di malam hari yang dipancarkan ke atas. Selain silau, juga mampu mengganggu konsentrasi penerbangan saat melakukan pendaratan,” ungkap Iwan.(*)
Reporter: Fiska Juanda



