Senin, 16 Maret 2026

Cerita Warga Batam yang Mendulang Dolar Singapura Saat Pandemi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Warga Batam pendulang dolar yang biasanya mencari peruntungan dengan bekerja sebagai tenaga part time di Singapura yang rata-rata membutuhkan waktu tiga sampai lima hari, lantas kembali lagi ke Batam, tak seleluasa seperti saat sebelum pandemi Covid-19.

Adanya syarat wajib WNI harus PCR dari Singapura saat hendak kembali menyeberang ke Batam menjadi momok bagi para pekerja part time yang hanya bekerja kurang dari 4 hari.

”Contohnya saya. Lima hari sebelum Lebaran kemarin, sempat mencoba masuk ke Singapura berharap mencari tambahan uang buat Lebaran dengan bekerja membersihkan apartemen warga Singapura selama lima hari. Memang hasilnya lumayan sih, tapi begitu ada biaya harus PCR dari Singapura, yang harusnya lima hari itu saya dapat 500 dolar Singapura, jadinya tak bisa dapat utuh, harus dikurangi biaya PCR SGD 120,” ujar Muryana.

Apalagi saat ini, lanjut Muryana, untuk masuk ke Singapura, pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Singapura lebih ketat dibandingkan sebelum Covid-19. Yang dimaksud ketat, menurut Muryana, saat ini WNI harus menuliskan jelas tujuannya ke Singapura.

Alamat yang hendak dituju harus menyertakan nomor ponsel warga Singapura sebagai penjamin yang dapat dihubungi petugas Imigrasi Singapura.

Tak hanya biaya PCR yang dikeluhkan warga Batam yang bekerja part time di Singapura kurang dari 14 hari. Harga tiket feri PP Batam-Singapura yang saat ini mencapai Rp 800 ribu juga dikeluhkan.

Karena sebelum ada pandemi Covid-19, harga tiket feri PP Batam-Singapura paling mahal hanya Rp 380 ribu saja.

Apalagi saat ini di Singapura hanya satu pelabuhan yang dijadikan pintu masuk yakni pelabuhan feri di Tanah Merah.

Sedangkan Harbour Front sampai saat ini belum difungsikan. Begitu juga salah satu ekspatriat asal Eropa yang bekerja di Singapura dan sering berkunjung ke Batam, juga mengakui untuk sekali masuk ke Batam seminggu sekali diwajibkan tes PCR. Sedangkan syarat karantina hotel, sudah tak ada lagi.

”(Harganya) sekali tes PCR antara 110 sampai 120 dolar Singapura,” sebutnya singkat.(*)

Reporter: Galih Adi Saputro

SALAM RAMADAN