batampos – Sudah menginspirasi di usia belia, Rein Vidya Banafsha mencetak rekor sebagai sarjana termuda di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) periode 2021–2022. Sebelumnya, dia juga didapuk sebagai mahasiswa baru termuda Unpad melalui seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Saat itu dia masih berusia 15 tahun, lho.
Rein, sapaan akrabnya, mengikuti program akselerasi atau kelas percepatan sejak di bangku SMP. Itu kenapa kelulusannya bisa berlangsung lebih cepat. Meski paling muda, Rein mengaku nggak pernah merasa minder dengan teman-teman seangkatan.
’’Aku sih nggak pernah merasa kecil. Karena asal bisa adaptasi sebenarnya perbedaannya nggak terlalu terasa. Mungkin memang ada sedikit perubahan dari gimana cara komunikasi atau cara bergaul dari teman-teman sebaya, tapi itu malah bikin aku lebih termotivasi untuk jadi lebih dewasa,” ungkapnya.
Motivasinya untuk menimba ilmu begitu besar. Mengenyam pendidikan menjadi sesuatu yang enjoyable baginya. ’’Aku suka belajar, jadi dari SMP dan SMA tuh hobi banget memecahkan soal. Makin ke sini, aku semakin pengin meningkatkan pengetahuanku karena karier yang akan aku tempuh, yakni dokter. Seorang dokter itu kan long-life learner, jadi kita nggak akan berhenti untuk belajar,” imbuh gadis asal Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut.
Perjalanan Rein di bangku kuliah nggak semulus itu. Dia tetap mengalami masa naik turun. Beberapa skill dasar mahasiswa seperti manajemen waktu, kemampuan bersosialisasi, dan kepemimpinan masih sulit Rein imbangi. Sebab, pengalaman berorganisasinya di masa sekolah cukup minim. Di samping itu, program studi kedokteran menyuguhkan banyak materi yang harus dipahami dan dicerna secara matang.
’’Apalagi, waktu ujian biasanya cukup berat. Satu ujian itu bisa mempelajari hingga 14 kasus. Satu kasusnya harus benar-benar hafal ilmu dasar, tata pelaksanaan, diagnosis, dan lain-lain. Tapi, kalau kita mau berusaha, Insya Allah, itu bisa dihadapi dengan mudah kok,” ujarnya.
Dengan studi yang cukup menguras otak, tentu rasa suntuk dan burnout nggak terhindarkan. Ketika mulai kehilangan motivasi, Rein memilih untuk me time atau melakukan kegiatan yang disenangi. Menurut dia, keseimbangan antara mengejar ambisi dan istirahat yang cukup itu sangat penting. Jadi, buat kamu yang lagi overwhelmed dengan tugas-tugas, jangan lupa rehat sejenak, ya!
Setelah lulus, Rein berencana melanjutkan koas dan kariernya di bidang spesialis kedokteran jiwa. Dia berharap kisahnya mampu memotivasi anak muda untuk semangat menimba ilmu.
’’Buat yang lagi menempuh studi, lanjutkan aja. Keinginan untuk mencari ilmu itu keinginan yang mulia. Kalau lagi capek, ingat lagi tujuan awal kalian. Kalau jenuh, istirahat dulu. Semoga achievement aku bisa menginspirasi. Tidak untuk menjadi serbacepat, tetapi menginspirasi kalau kita berusaha, insya Allah, hasilnya sebanding,’’ ujar Rein.
Well, jangan mau kalah sama Rein. Yuk, semangat menuntut ilmu! (kom/c12/lai)
![]()
“Mahasiswa Abadi? Jangan Dong!”
Reporter : Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti
Sebagai mahasiswa pastinya sudah tidak asing dengan tugas, laporan dan lainnya. Selain banyak tugas mahasiswa juga tak jarang memiliki kegiatan lain seperti organisasi mahasiswa, lomba, atau kegiatan non akademik yang lain. So, jika saat ini kamu sedang berada dimasa kuliah yang padat dengan segala praktikum, penelitian, dan tugas bejibun? Tenang, kamu nggak sendirian. Terkadang rasa malas sering datang ketika tugas mulai bermunculan dan mulai susah untuk mengatur waktu dengan baik. Oleh karena itu bagaimana sih cara mengatasi agar kita dapat terdorong dan menghindari rasa malas? Dan cepat kelar kuliahnya dan tidak jadi mahasiwa abadi. Yuk Simak! (*)

Tasya Oktaviani
Politeknik Negeri Batam
@tasyaaoktavianii_
Saat kamu jenuh belajar lalu kamu mau udahan, coba paksakan diri untuk bekerja lima menit lagi. Gunakan badan kamu untuk mendorong otakmu, ayo dilawan dengan badan! Motivasi kan dirimu dengan kutipan ataupun bisa saja dengarkan musik favorit untuk mengangkat semangat dan membuat mood kamu jadi bagus. Akibatnya rasa malas jadi terhalau deh! Yang terakhir selalu ingat tujuan kamu kuliah ya. Fighting! (*)

Tirta Abdul Hizam
Politeknik Negeri Batam
@tirtaabdul
Namanya badan memang suka mager alias malas gerak. Namun alangkah baiknya tugas dikerjakan jauh-jauh hari dari batas waktu. Singkirkan hp kamu karena bisa mengalihkan konsentrasi, konsentrasimu malah pecah dan akhirnya keasikan browsing dan update media sosial. Jangan suka tarsok (entar besok) kalau masih ada waktu besok untuk mengerjakan tugas ya ngapain harus ngerjain sekarang? Yah kalau gini pasti sering overdue deh. Dan ingatah kembali cita-cita, karena rasa malas di penghujung semester tidak bisa dianggap sepele, ini juga mengakibatkan lulus tidak tepat waktu alias molor, Nah untuk solusinya ingat kembali tujuan awal yang ingin dicapai. Jangan lupakan usaha orang tua kalian yang membayar uang semesteran guys! (*)

Stephanie Audrey Rahardjo
Politeknik Negeri Batam
@stauraa_
Cara mengatasi malas kuliah dari awal adalah memilih jurusan yang tepat jangan pernah memilih jurusan yang melenceng dari minat kamu. Terkadang malas timbul ketika suasana di kampus tidak sesuai, kamu harus mampu menyesuaikan terhadap gaya belajar dan rutinitas kampus. Kamu juga harus bisa me-manage waktu dengan baik. Ini akan membuat waktu kuliah tidak terbuang sia sia. Saat kamu merasa cukup percaya diri untuk mencoba sesuatu yang baru, maka jangan penah takut untuk berbuat salah. (*)



