
batampos – Program mudik gratis bagi warga Batam kembali bergulir menjelang Idulfitri 2026. Tahun ini, total 450 tiket kapal laut disiapkan melalui dua sponsor berbeda dengan rute dan jadwal keberangkatan yang telah ditentukan.
Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan, hingga saat ini terdapat dua program mudik gratis yang telah terkonfirmasi bekerja sama dengan Pelni di Batam.
Untuk keberangkatan pertama, program mudik gratis dari Persero Batam menyediakan 250 kursi dengan rute Batam–Belawan. Kapal dijadwalkan berangkat pada 16 Maret 2026 menggunakan KM Kelud.
Selain itu, ada juga program mudik gratis dari Telkomsel dengan kuota 200 penumpang untuk rute Batam–Tanjung Priok. Keberangkatan dijadwalkan pada 18 Maret 2026.
“Selain ada mudik gratis dari Persero Batam untuk keberangkatan 16 Maret tujuan Belawan dengan kuota 250 penumpang, ada juga mudik gratis dari Telkomsel untuk keberangkatan 18 Maret tujuan Tanjung Priok dengan kuota 200 penumpang,” ujar Edwin, Rabu (4/3).
Dengan demikian, total tiket gratis yang tersedia saat ini mencapai 450 penumpang.
Edwin menegaskan, Pelni hanya berperan sebagai penyedia jasa transportasi. Seluruh proses pendataan dan penjaringan peserta dilakukan oleh masing-masing sponsor.
“Untuk peserta masing-masing sponsor yang menyiapkan. Untuk pemesanan tiket gratis, hubungi masing-masing sponsornya. Kami hanya mencetak tiket setelah daftar penumpang diserahkan kepada kami,” jelasnya.
Sebelumnya, program mudik gratis dari Persero Batam resmi membuka pendaftaran sejak 18 Februari lalu. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan panitia dan akan ditutup otomatis jika kuota telah terpenuhi.
Baca Juga: Rapat Lintas Sektoral, Polresta Pastikan Mudik Aman dan Nyaman
Program ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Setiap keluarga dapat mendaftar maksimal lima orang dengan melampirkan Kartu Keluarga (KK). Peserta juga tidak diperbolehkan terdaftar dalam program mudik gratis lain yang diselenggarakan BUMN maupun instansi pemerintah.
Selain itu, nomor telepon yang didaftarkan wajib aktif dan terhubung dengan aplikasi WhatsApp untuk memudahkan proses verifikasi dan penyampaian informasi lanjutan.
Edwin mengimbau masyarakat yang berminat segera berkoordinasi dengan pihak sponsor agar tidak kehabisan kuota. Mengingat setiap tahun, antusiasme warga terhadap program mudik gratis cukup tinggi.
“Karena kuota terbatas, calon peserta wajib mendaftar lebih awal dan memastikan data yang diinput sesuai identitas resmi,” pungkasnya. (*)



