
batampos – Demam berdarah dangue (DBD) masih jadi ancaman serius bagi masyarakat di Kota Batam. Sepanjang tahun ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji sudah menangangani 91 pasien dengan kasus penyakit DBD. Meskipun tidak ada korban nyawa, ini hendaknya tetap jadi perhatian semua pihak sebab penyakit ini didominasi anak-anak.
Orangtua dihimbau untuk lebih memperhatikan lagi kebersihan lingkungan tempat tinggal mulai dari dalam rumah hingga halaman dan lingkungan sekeliling rumah. Lembaga pendidikan juga harus meningkatkan kedisiplinan kebersihan lingkungan sekolah. Genangan air hendaknya diperhatikan dengan baik agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang menyebabkan DBD.
“Paling banyak anak-anak. Dari Januari sampai Mei ini ada 69 anak-anak yang kita tangani karena DBD. Dewasa hanya 22 orang, makanya kita himbau agar kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat harus ditingkatkan lagi,” ujar Pelaksana tugas Direktur RSUD Embung Fatimah Batam dr Agnes S Saing melalui Humas RSUD Elin, Senin (30/5).
Rincian data pasien DBD sejak Januari lalu sebagai berikut; Januari sebanyak 28 orang terdiri dari 18 pasien anak-anak dan 10 dewasa, Februari sebanyak 12 pasien, semuanya adalah anak-anak, Maret sebanyak 6 orang dan semuanya anak-anak juga, April sebanyak 17 pasien terdiri dari 15 anak dan 2 orang dewasa dan Mei sebanyak 28 orang terdiri dari 18 anak-anak dan 10 orang dewasa. Tidak ada yang meninggal dunia, namun ini hendaknya tetap diperhatikan agar tidak bertambah banyak lagi kedepannya.
“Musim panca rubah juga harus diwaspadai. Kuncinya hanya pola hidup sehat. Kebersihan lingkungan tempat tinggal dan konsumsi makanan bergizi sangat diperlukan,” ujar Elin. (*)
Reporter : Eusebius Sara



