Sabtu, 14 Februari 2026

5 Tahun Krisis Air, Warga Rindang Garden Village Desak Tambahan Mobil Tangki

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Krisis distribusi air bersih di Perumahan Rindang Garden Village RW 029, warga andalkan air sumur. F. Istimewa

batampos – Ratusan warga Perumahan Rindang Garden Village, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, masih menghadapi krisis air bersih yang telah berlangsung sejak 2021. Kondisi ini mendorong warga mendesak PT Air Batam Hilir untuk menambah armada mobil tangki guna memenuhi kebutuhan harian.

Ketua RT 01 RW 029, Mustawan, mengatakan sedikitnya 120 kepala keluarga yang tersebar di sembilan blok terdampak distribusi air yang tidak normal. Sebagian besar warga hanya menerima aliran air dalam durasi terbatas dengan tekanan sangat kecil.

“Blok D dan E masih dapat air sekitar pukul 12.00 sampai 04.00 WIB. Tapi tujuh blok lainnya hanya dapat air sekitar pukul 02.00 sampai 04.00 WIB, itu pun kecil sekali,” ujarnya, Jumat (13/2).


Baca Juga: Klinik Utama Diagnos Healthcare Batam Resmi Beroperasi, Perluas Layanan Kesehatan Terintegrasi

Menurut dia, persoalan tersebut telah berlangsung lama dan belum mendapat solusi permanen meski sudah berulang kali disampaikan kepada pihak pengelola. Warga bahkan kembali mendatangi kantor PT Air Batam Hilir pada 6 Februari lalu untuk meminta bantuan distribusi air bersih melalui mobil tangki.

“Kami minta minimal dua mobil tangki. Beberapa hari terakhir sudah dibantu, tapi itu belum cukup untuk kebutuhan semua warga,” katanya.

Warga juga menilai gangguan distribusi tidak semata disebabkan musim kemarau, karena masalah sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, kondisi distribusi disebut lebih stabil saat masih dikelola PT Adhya Tirta Batam.

Untuk bertahan, warga terpaksa membuat sumur cincin dan memasang tandon sebagai sumber cadangan. Air sumur diambil secara manual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, SPV Customer Service PT Air Batam Hilir KPP Batuaji, Puji Ismanto, mengakui keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala distribusi, terutama di wilayah dengan elevasi lebih tinggi.

“Sejak peralihan pengelolaan, belum ada pembaruan pompa dan jaringan pipa. Ini memengaruhi distribusi ke perumahan yang letaknya jauh dan lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini PT Air Batam Hilir hanya memiliki empat unit mobil tangki untuk melayani wilayah Batuaji, Sekupang, dan Sagulung dengan total 34 perjalanan distribusi. Idealnya, dibutuhkan tujuh unit mobil tangki agar pelayanan lebih optimal.

“Kami akan upayakan penambahan armada dan menindaklanjuti permintaan warga agar distribusi bisa lebih maksimal,” katanya. (*)

ReporterAzis Maulana

Update