
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan SK kepada 593 PPPK Paruh Waktu dalam sebuah apel sederhana yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (8/12). Momentum itu jadi titik awal bagi para pegawai untuk resmi mengemban tugas sebagai bagian dari jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Amsakar ingin para ASN yang dikukuhkan untuk menjaga integritas, disiplin, dan kualitas kerja. Katanya, penyerahan SK bukan soal pengukuhan status kepegawaian belaka, melainkan bagian dari komitmen Pemko Batam memperkuat tata kelola birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.
“Mereka (PPPK) kini menjadi bagian dari Pemko Batam, maka sudah semestinya menjaga nama baik, kehormatan, dan memberikan yang terbaik,” kata dia.
Ia menjelaskan, skema PPPK Paruh Waktu merupakan kebijakan nasional yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah pusat maupun daerah. Pengaturan ini lahir dari dinamika transisi kebijakan PPPK dalam beberapa tahun terakhir, khususnya terkait keterbatasan pembiayaan.
“Insyaallah, saya akan perjuangkan agar tahun depan status ini bisa ditingkatkan. Namun harus dipahami, semuanya bergantung pada APBD. Jika APBD belum cukup kuat, penyesuaian tidak bisa dilakukan serta-merta,” ujarnya.
Pemko Batam tak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga terus berupaya mencari solusi terbaik bagi pegawai sesuai kemampuan daerah. Ia meminta seluruh PPPK Paruh Waktu untuk meningkatkan etos kerja dan meninggalkan pola lama yang dinilai tidak produktif.
“Sekarang tidak ada lagi cerita bekerja ala kadarnya atau bekerja sambil lintang-lunggang. Era sekarang adalah era yang menuntut kinerja terbaik,” kata Amsakar.
Menurutnya, perubahan budaya kerja harus dilakukan secara menyeluruh. Birokrasi modern bukan lagi soal tampil di depan, tapi tentang kontribusi nyata dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berdampak.
Di era kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, tidak ada tempat bagi aparatur yang hanya mengedepankan pencitraan tanpa hasil kerja yang terukur.
“Saya ingin di era Amsakar Achmad-Li Claudia tidak ada lagi yang sekadar tampil di depan. Yang saya perlukan adalah kinerja terbaik bagi kemajuan Kota Batam yang kita cintai,” ujar dia.
Amsakar juga mengingatkan, bahwa Batam tengah memasuki fase percepatan pembangunan. Keberhasilan agenda pembangunan, katanya, sangat bergantung pada komitmen dan kontribusi optimal seluruh aparatur.
“Keberhasilan pemerintah membutuhkan SDM yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi mampu menjadi motor penggerak pembangunan kota,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



