
batampos – Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai bergerak di Kota Batam. Dari total 64 kelurahan, saat ini sudah terbentuk 64 koperasi merah putih, dengan dua koperasi sudah beroperasi dan 11 lainnya tengah menyelesaikan proses kerja sama dengan mitra.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi di tingkat kelurahan. Setiap koperasi disiapkan plafon dana maksimal Rp3 miliar yang bersumber dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), namun pencairannya memerlukan proses bertahap.
“Dana disiapkan pemerintah pusat melalui Himbara. Tapi pencairan harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembahasan di kelurahan, TAPD, persetujuan Wali Kota, hingga pengajuan ke bank lewat sistem SIM COPDES,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Batam, Salim, Jumat (17/10).
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Pulau Buluh Diresmikan, Tonggak Baru Ekonomi Warga Hinterland
Karena proses pencairan masih berjalan, sebagian koperasi belum bisa langsung bergerak. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam menggandeng mitra perusahaan swasta agar koperasi tetap dapat menjalankan kegiatan operasional.
“Polanya business to business. Mitra drop barang seperti sembako dan elpiji ke koperasi, nanti setelah barang terjual baru dibayar,” kata Salim.
Ia menegaskan, pemerintah hanya memfasilitasi pertemuan dan pembentukan kerja sama, namun tidak ikut campur dalam urusan teknis maupun kontrak bisnis antara koperasi dan mitra.
Selain menyiapkan pendanaan dan jejaring kemitraan, pemerintah juga telah melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengurus koperasi merah putih.
“Sudah dilakukan pelatihan manajemen, penyusunan proses bisnis, dan pengawasan koperasi. Jadi, mereka sudah punya bekal,” tambahnya.
Dari 64 koperasi yang sudah terbentuk, dua sudah beroperasi penuh, sementara 11 lainnya tengah dikejar untuk finalisasi penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).
Salah satu yang siap menyusul adalah Koperasi Merah Putih Sagulung Kota. Koperasi ini dijadwalkan ikut dalam pertemuan kemitraan pada 21 Oktober mendatang bersama pihak mitra dan perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM RI.
“Kita targetkan lebih banyak koperasi bisa operasional sebelum akhir tahun. Ini program strategis untuk mendekatkan layanan ekonomi ke tingkat kelurahan,” pungkas Salim. (*)
Reporter: M. Sya’ban



