
batampos– Antrean keberangkatan haji di Kota Batam semakin panjang. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, tercatat sebanyak 17.320 warga saat ini masuk daftar tunggu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 761 orang berstatus lanjut usia (lansia) atau calon jemaah berusia di atas 65 tahun.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi, mengatakan kuota keberangkatan haji untuk Batam pada musim haji 2025 sebanyak 721 orang. Dengan kuota terbatas dan pendaftar yang terus bertambah setiap tahun, masa tunggu bagi pendaftar baru diperkirakan bisa mencapai lebih dari 24 tahun.
“Kuota terbatas, sementara animo masyarakat terus meningkat. Pendaftar baru harus menunggu lebih dari dua dekade sebelum berangkat,” ujar Syahbudi, Kamis (14/8).
Ia menjelaskan, tingginya pendaftar haji di Batam dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya kesadaran beragama yang tinggi, ditunjang kondisi ekonomi masyarakat yang relatif baik. Banyak orang tua bahkan mendaftarkan anaknya sejak usia belasan tahun agar memperoleh nomor porsi lebih awal.
“Sekarang trennya sudah bergeser. Bukan hanya orang dewasa atau lansia yang mendaftar, tapi banyak anak muda bahkan remaja yang sudah masuk daftar tunggu,” katanya.
Namun, masa tunggu yang panjang menimbulkan persoalan tersendiri, terutama bagi jamaah lansia. Kondisi kesehatan menjadi tantangan utama, mengingat tidak sedikit calon jamaah yang wafat sebelum sempat berangkat. Dalam kondisi tersebut, nomor porsi dapat diwariskan kepada anggota keluarga yang memenuhi syarat.
BACA JUGA:Â Penuh Haru, Kakanwil Zoztafia Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH 17
“Fenomena pewarisan nomor porsi ini cukup sering terjadi. Oleh karena itu, kami mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk menjaga kesehatan sejak awal,” jelasnya.
Syahbudi menegaskan, sebelum pelunasan biaya haji, seluruh calon jamaah akan menjalani verifikasi dokumen dan pemeriksaan kesehatan secara ketat. Jika tidak memenuhi persyaratan administratif atau kesehatan, jamaah bisa digantikan oleh calon dari daftar cadangan.
“Persiapan tidak hanya soal biaya dan dokumen, tetapi juga kesiapan mental dan fisik. Apalagi untuk lansia, menjaga kesehatan sejak dini sangat penting agar bisa berangkat sesuai jadwal,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga



