Jumat, 10 April 2026

86 Orang PMI Positif Covid dirawat di RSKI Galang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dansatgassus Penanganan Pemulangan PMI Daerah Perlintasan di Wilayah Kepri/ Danrem 033/WP, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu (tengah), dan Dandim 0316/Batam, Letkol KAV Sigit Dharma Wiryawan (kiri, depan), meninjau kesiapan tim medis di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rabu (8/12/2021). Foto: PenRem 033 WP untuk Batam Pos

batampos- Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan selaku Ketua Satuan Tugas Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kota Batam mengatakan, pihaknya sudah memperketat pengawasan kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) di tengah mewabahnya varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron.

Ia mengatakan berdasarkan data dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) kelas 1 Batam, saat ini belum ada TKI yang masuk melalui Batam terkonfirmasi positif varian Omicron ini.

BACA JUGA: Tidak Ada PMI yang Terkonfirmasi Terpapar Omicron

Saat ini untuk sampel PMI yang terkonfirmasi positif dikirim langsung ke Jakarta. Hal ini karena BTKL PP tidak memiliki alat untuk mendeteksi jenis virus ini. “Hasil sementara belum ada dikonfirmasi adanya penemuan jenis Omicron ini di Batam,” ujar Sigit saat ditemui di peluncuran vaksinasi anak di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery di Komplek Maha Vihara Duta Maitreya Bukit Beruntung, Jumat (17/12).

Ia menyebutkan jumlah PMI yang masih dirawat terpapar positif di RSKI Covid-19 Galang berjumlah 86 orang. Sedangkan, total PMI yang berada di rusun dan di selter sebanyak 2.017 orang. Sementara, TKI yang melakukan isolasi mandiri di hotel-hotel ada 342 orang.

“Kami perketat semua sejak dari pintu kedatangan. Mereka di pelabuhan di PCR. PMI yang positif langsung langsung dirujuk ke RSKI dan negatif karantina ke rusun dan hotel,” jelasnya.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 Batam ini juga menyebutkan, pihaknya tetap memperketat pengawasan protokol kesehatan bagi PMI yang masuk dari pelabuhan, naik ke bus hingga sampai karantina. Bahkan, petugas di lapangan juga melakukan penyemprotan disinfektan, untuk pencengahan penularan Covid-19.

“Kita juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan bagi mereka yang masuk. Jadi prokes betul-betul diperketat mulai dari pelabuhan ke bus hingga ke karantina. Kami tetap imbau prokes terus,” tegasnya.

Saat ini Rusun dan hotel masih masih cukup untuk menampung PMI. Gedung Asrama Haji Batam Centre nanti akan digunakan untuk PMI yang tidak tertampung di rusun. Namun, untuk saat ini kapasitas rusun dan selter masih aman.

“Asrama Haji kemarin, untuk tempat transit satu hari saja karena rusun full. Tapi besoknya kita bawa ke rusun karena sudah kosong. Tapi kalau ke depan memang overload (Kelebihan) di rusun, Karena kami terus koordinasi sama Pak Wali,” imbuhnya. (*)

Reporter: Yulitavia

UPDATE