Kamis, 8 Januari 2026

97 Titik Dapur SPPG Telah Beroperasi, Capaian Penerima MBG di Batam Sudah 80 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus menunjukkan progres signifikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) atau dapur MBG hampir mencapai target yang ditetapkan.

Hendri menjelaskan, dari total target 125 titik dapur SPPG, hingga akhir November 2025 sudah 97 titik yang rampung dan beroperasi, sementara 28 titik lainnya dalam proses penyiapan pembangunan.

“Sampai sekarang sudah berjalan. Target kita 125 titik, dan sampai saat ini terakhir informasi yang saya terima sudah 97 titik SPPG atau dapur yang berdiri. Berarti lebih kurang 28 titik yang sekarang ini dalam proses penyiapan,” ujar Hendri, Selasa (2/12).

Ia berharap 28 titik yang tersisa dapat selesai dan mulai operasional pada awal tahun 2026, sehingga seluruh siswa penerima MBG bisa terlayani sepenuhnya.

Baca Juga: Nyaris Makan Korban, Aksi Standing Motor Pelajar SMP Bikin Khawatir Warga

Hendri menyampaikan, saat ini sudah 80 persen siswa di Batam yang menerima layanan program MBG. Namun masih terdapat beberapa kelompok yang belum terjangkau, terutama di satuan pendidikan kecil dan wilayah hinterland.

“Yang menerima MBG sudah 80 persen. Tinggal memang ada tercecer di satuan pendidikan tingkat PAUD yang jumlah siswanya 15 orang, kemudian di pondok pesantren, dan beberapa siswa di hinterland. Ini nanti akan kita koordinasikan dengan BGN agar semuanya bisa terpenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus diperkuat, mengingat sasaran program MBG tidak hanya untuk siswa sekolah, tetapi juga kelompok masyarakat rentan lainnya.

“BGN bukan hanya melayani satuan pendidikan saja, tetapi juga ibu hamil, anak balita, tempat penitipan anak, dan ibu menyusui. Itu sasaran MBG. Dinas pendidikan sebagai penerima manfaat berkorelasi dengan BGN untuk memastikan mana yang belum menerima,” tambahnya.

Baca Juga: Dewi Astutik, Buronan yang Terlibat Penyelundupan 2 Ton Sabu di Kepri Ditangkap di Kamboja

Untuk wilayah kepulauan, Hendri menyebut program dapur MBG baru berjalan di Kecamatan Belakang Padang. Pihaknya akan memperluas cakupan ke wilayah hinterland lainnya secara bertahap.

Program MBG menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanganan stunting, meningkatkan kualitas gizi anak, dan mendukung proses belajar mengajar di sekolah. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update