Sabtu, 11 April 2026

8 Tahun Pengungsi Afganistan di Batam Mencari Suaka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Para pengungsi asal Afganistan yang berada di Rumah Detensi Imigrasi mengadakan pertemuan dengan perwakilan UNHCR di Rudenim Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id

batampos.co.id – Para pengungsi asal Afganistan yang berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), Sekupang mengadakan pertemuan dengan perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan Gabungan Instansi Pemerintah Kota Batam di Rudenim, Sekupang, Selasa (16/11/2021).

Pertemuan itu membahas nasib para imigran yang berada di Kepulauan Riau dan sekaligus mempertanyakan negara ketiga bagi mereka.

Perwakilan pengungsi asal Afganistan, Amir, mengucapkan terimakasih pada pemerintah Indonesia yang telah membantu pengungsi untuk menetap sementara di Indonesia sebelum dipindahkan ke negara ketiga.

Ia mengaku, mereka melakukan demonstrasi ke Pemko Batam beberapa waktu lalu karena tidak ada kejelasan kapan dan solusi ke negara ke tiga.

“Karena di sini kami sudah ada 6 sampai 8 tahun,” ujarnya.

Amir juga mempertanyakan kepada UNCHR, bahwa di negaranya saat ini sedang terjadi perang. Sehingga ia bersama pencari suaka lain mempertanyakan solusi agar bisa segera dipindah ke negara ketiga yang dijanjikan.

“Kami akan melakukan demonstrasi lagi apabila kita tidak mendapatkan solusi. Selain itu kami meminta kepada perwakilan UNCHR untuk sering datang ke lokasi kami,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan UNHCR, Melissa, mengatakan, saat Ini dunia dilanda Covid 19. Sehingga tidak ada negara ketiga yang menerima para imigran.

Selain itu pihaknya akan menyampaikan keluhan imigran ini ke Jakarta untuk segera ditindaklanjuti.

“Bahwa semua tidak mendapat progres jumlah yang diberikan pertahun oleh UNCHR dan tidak bisa meminta negara ke tiga karena kondisi pandemi saat ini,”ucap Melissa.

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Surya Wardana, menegaskan, untuk melakukan demonstrasi tidak ada larangan.

Tetapi ada aturannya untuk menyampaikan pendapat di muka umum sudah diatur undang undang.

“Dalam pertemuan ini kita menurunkan 15 personil dari Polresta Barelang dan delapan personil Polsek Sekupang. Dalam pertemuan itu situasi aman dan terkendali,” ujarnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Perwakilan IOM ZulFami, Bin 32 Dit Kepri, Perwakilan Rudenim Pusat Tanjung Pinang Rendy dan perwakilan Kesbangpol Ibu serta Kanit Samapta Polsek Sekupang Ipda Indra, Panit Intelkam Polsek Sekupang Aiptu Pebriadi.

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE