
Nasional Dirgantara (SPND) di Batam Center, Rabu (17/11). F.Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id-Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Kepri menyiapkan dua psikolog khusus. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi trauma healing bagi pelajar yang menjadi korban kekerasan di SMK Dirgantara Batam.
BACA JUGA: DPRD Kepri akan Bentuk Tim Investigasi, Kasus Kekerasan di SMK Dirgantara
“Selain pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak yang selanjutnya disingkat UPTD PPA, kami juga akan menyiapkan dua psikolo dalam menyikapi masalah ini,” ujar Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Kepri, Misni, Jumat (19/11)
Mantan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, proses pemulihan trauma juga akan dilakukan setelah Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ditegaskannya, pihaknya tidak ingin ada kekerasan serupa setelah kejadian ini. Karena Provinsi Kepri adalah Provinsi layak anak.
“Kita ingin semua proses sekolah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada. Apalagi sekolah-sekolah menjadi salah satu zona atau wilayah layak anak,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, pihaknya akan mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu kerja-kerja tim investigasi yang akan dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Fokus pihaknya saat ini adalah pendampingan terhadap korban dan pemulihan trauma yang mereka alami.
“Bagi anak-anak atau pelajar yang mengalami kekerasan, pasti akan mengalami trauma. Kita khawatirkan psikis mereka yang terganggu, maka dari itu perlu ada diberikan trauma healing kepada setiap korban kekerasan,” tutup Misni. (*)
Reporter: Jailani



