Jumat, 3 April 2026

2021, RSUD Embung Fatimah Tangani 70 Kasus DBD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua RW 08 Perumahan Barelang-Central Raya, ikut turun bersama warga mengasapi parit dan area di sekitar rumah warga untuk mengusir nyamuk penyebab DBD, Minggu (7/11/2021). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos.co.id– Masyarakat Batam diimbau waspada dengan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Pasalnya sepanjang tahun 2021 ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam menangani 70 kasus DBD. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2020 lalu yang mana sepanjang tahun menangani 22 kasus.

BACA JUGA: DBD di Tanjunguncang Mengganas, Puskesmas dan Dinkes Belum Bertindak

“Melonjaknya itu biasanya akhir dan awal tahun. Oktober hingga Desember serta Januari hingga Februari itu yang rawan. Ini sudah memasuki musim hujan dan sudah dekat dengan akhir dan awal tahun jadi harus betul-betul perhatikan kebersihan lingkungan dan rumah. Pola hidup sehat harus diterapkan secara benar. Lakukan tiga M Plus (mengubur, menguras dan menutup wadah penyimpanan air serta menggunakan alat pelindung dari sengatan nyamuk). Jaga stamina dan daya tahan tubuh dengan baik serta selalu taati protokol kesehatan,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Embung Fatimah Sri Rupiati, Jumat (26/11).

Sepanjang tahun ini, penyebaran DBD yang paling tinggi terjadi di bulan Oktober dan November ini. Totalnya mencapai 28 kasus dimana Oktober sebanyak 18 kasus dan November sebanyak 13 kasus. Bulan Januari dan Februari silam juga cukup tinggi dengan jumlah keseluruhan 20 kasus (Januari 10 kasus dan Februari 10 kasus). Meningginya kasus DBD di penghujung dan awal tahun ini harus menjadi perhatian yang serius dari masyarakat Batam. Masyarakat harus benar-benar memperhatikan pola hidup sehat baik itu protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 serta pola tiga M Plus untuk mencegah DBD.

“Saat sekarang inilah yang harus benar-benar diperhatikan karena sudah di penghujung tahun. Sudah musim hujan sekarang jadi genangan air di rumah harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada jentik nyamuk,” tegas Sri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE