Selasa, 10 Maret 2026

2022 Pasar Properti Bakal Booming

Prediksi Pengembang Properti di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Properti di Batam. F.Iman Wachyudi/Batampos

batampos.co.id – Pengembang properti memprediksi tahun 2022, harga properti akan melambung kembali, seiring pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

“Para pengamat dan pakar meyakini bahwa di 2022, akan mengalami satu tingkat booming dari pasar properti,” kata Deputi CEO Orchard Park Batam, Tedi Guswana, belum lama ini.

Orchard Park merupakan salah satu properti yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Land (APL). “Ini juga menjadi bagian dari persiapan APL saat booming properti tahun depan,” jelasnya.

Sebagai pengembang properti, APL berencana meluncurkan sejumlah produk baru di tahun 2022.

“Di tengah kondisi pengembang yang wait and see, Sebagai bagian dari strategi marketing APL, kami berupaya luncurkan produk baru saat yang lain tiarap,” paparnya.

Menurut Tedi, strategi seperti ini sangat tepat untuk menghadapi booming properti di tahun mendatang.

Senada dengan Tedi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang saat ini tengah berlaku di Batam, membawa dampak positif bagi pertumbuhan pasar properti.

“Manfaatnya banyak, karena sekarang bank lebih berani dalam memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR),” katanya.

Kondisi pasar properti saat ini lebih stabil dibandingkan enam bulan silam. “Sebenarnya masih banyak yang bisa digarap dari sektor KPR ini. Meski bank masih ada pilih-pilih, kondisi sekarang sudah lebih bagus daripada pertengahan tahun lalu,” paparnya.

Untuk pemasaran rumah subsidi, Achyar mengungkapkan bahwa pasarnya cukup stabil. Sementara untuk rumah menengah ke atas, khususnya rumah bernilai Rp 1 miliar ke atas, masih berupaya untuk pulih.

“Karena sebelumnya banyak yang batal, karena konsumennya juga terimbas pandemi. Tapi saat ini, dengan banyaknya relaksasi seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPn), dampaknya terasa positif,” ungkapnya.

Pelonggaran seperti saat ini memang menjadi angin segar bagi pengembang, karena sebelumnya bank memang tidak mudah dalam memberikan pinjaman kredit konsumtif. (*)

REPORTER : RIFKI SETIAWAN

SALAM RAMADAN