
batampos.co.id – Ribuan buruh di Kepri baik yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (ASPSB) menolak upah murah di Provinsi Kepri. Mereka mendesak Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) di Provinsi Kepri tahun 2022 naik sebesar 7 persen.
Desakan tersebut disampaikan pada saat aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (29/11). Aksi digelar sejak pukul 14.30 WIB. Buruh datang dari berbagai daerah di Kepri, khususnya dari Batam. Mereka menggunakan angutan roro rute Punggur-Tanjunguban, maupun kapal feri dan speedboat.
Kedatangan para buruh tersebut sudah ditunggu sekitar 500 orang personel pengaman yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satpol PP.
Pantauan di lapangan, berbekal spanduk dan poster, para demonstran menyampaikan sejumlah aspirasi dengan pengeras suara. Bahkan mereka memberikan ultimatum, apabila Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tidak mahu menjumpai mereka, aksi akan terus berlanjut. Meskipun harus melakukan mogok kerja.
“Minimal UMK Batam tahun 2022 naik 7 persen atau sekitar Rp 280 ribu, sehingga nanti ketika ditotal menjadi Rp 4,5 juta,” ujar Koordinator Lapangan Aksi, Suprapto, menjawab pertanyaan media disela-sela aksi demo tersebut.
Baca Juga: Gubernur Panggil Wali Kota Batam
Panglima Garda Metal tersebut menjelaskan, tuntutan pekerja atau buruh adalah UMK Batam 2022 sebesar Rp 4,5 juta dinilai wajar. Mengingat saat ini pertumbuhan ekonomi Kepri telah membaik. Sementara, harga bahan pokok saat ini terus mengalami kenaikan.
“UMK saat ini sangat kurang. Kalau Gubernur tidak mau memenuhi tuntutan kami, kami akan menginap di sini,” tegasnya.
Selain itu, para buruh juga meminta agar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dapat menerbitkan SK baru untuk UMK Batam 2021. Karena walaupun tinggal sebulan lagi, namun, di PTUN Batam kaum buruh menang dan hasil banding di PTUN Medan kaum buruh juga menang.
“Ini menjadi pijakan kami, untuk Gubernur mengeluarkan SK UMK Batam tahun 2021. Karena Gubernur dua kali kalah di PTUN,” jelasnya.
Setelah melakukan aksi demo sekitar satu jam, Gubernur Ansar bersedia berdialog dengan sejumlah perwakilan para buruh di Lantai IV Kantor Gubernur Kepri. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Mangara Simarmata. Pertemuan berlangsung dari pukul 15.30 WIB sampai 18.00 WIB. (*)
Reporter: JAILANI



