
batampos.co.id – Jelang akhir tahun tingkat hunian hotel mulai penuh. Adanya larangan keluar kota, membuat warga Batam memilih untuk menikmati malam pergantian tahun d hotel.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Mansur mengatakan sejauh ini informasi yang diterima, di Bulan Desember ini Occupancy hotel cukup baik. Beberapa hotel sudah mulai banyak mendapat pesanan.
“Hal baik tentunya, karena ini merupakan angin segar bagi pengusaha hotel. Karena masih bertarung melawan badai pandemi Covid-19,” kata dia, Selasa (7/12).
Rata-rata tingkat hunian sudah mencapai di atas 50 persen untuk saat ini. Dan diharapkan tren positif ini bisa terus bertahan sampai akhir tahun. Karena staycation cukup mendapat respon positif dari masyarakat.
“Untuk saat ini hotel sedikit diuntungkan karena adanya program dari Kemenparkraf berupa program staycation untuk para tenaga kesehatan, baik yang di Batam maupun dari luar Batam,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Kerumunan, Tutup Fasilitas Umum dan Tempat Wisata saat Malam Tahun Baru
Selain itu sejak awal tahun ini, beberapa kegiatan MICE juga sudah mulai membaik. Mulai pemerintah maupun swasta. Banyak kegiatan yang dipusatkan di Batam. Sehingga hal ini memberikan dampak yang baik dalam pemulihan sektor wisata.
“Di bulan Desember ini sudah hampir merata. Kalau bulan sebelumnya masih tidak terlalu, tapi ada. Ya, kalau dibandingkan tahun lalu sudah pasti lebih baik,” imbuhnya.
Mansur menambahkan, saat ini occupancy masih segment untuk hotel bintang. Sedangkan untuk hotel budget dan non bintang belum terlihat signifikan. Kendati demikian, diharapkan di penghujung tahun ini tingkat hunian bisa terus membaik.
“Kalau bisa semua hotel terisi. Karena kan event tidak bisa. Setidaknya kalau di hotel bisa menikmati akhir tahun bersama keluarga,” ujarnya.
Ia berharap, semua orang tentunya mempunyai harapan yang sama, lebih baik dari sebelumnya. Terutama sektor wisata yang sangat terpukul dari semua yang terdampak. Sektor wisata sejak awal mencoba bertahan, dengan berbagai cara. “Dari awal kami berupaya bagaimana sektor ini bangkit.
“Sejak awal kami sudah paling pertama membebani sektor wisata. Mulai dari Protkes dan sertifikasi, agar bisa menjadi jaminan bagi pengunjung hotel,” sebutnya.
Pihaknya meminta semua pihak menjaga protokol kesehatan (Protkes), dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Batam diharapkan semakin siap dalam menyambut wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara (wisman).
“Tentunya pelaku wisata tetap optimis akan bangkitnya sektor wisata. Meskipun begitu, kewaspadaan terhadap adanya ancaman varian Covid-19 tetap harus ada, jangan abai terhadap Protkes,” tutup Mansur. (*)
Reporter : YULITAVIA



