Kamis, 2 April 2026

KaDisperindag Kota Batam: Distribusi Cabai Terhambat Cuaca

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Angin kencang dan gelombang tinggi kembali menghambat distribusi cabai ke pasaran Batam. Kali ini, kapal pengangkut cabai terkendala di Perairan Tanjungbuton, Kabupaten Siak, Riau.

F. Iman Wachyudi/Batam Pos
Pembeli memilih cabai merah di pasar malam Bengkong Sadai, Kamis (9/12). Terkendalanya distribusi cabai jadi penyebab mahalnya komoditas tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, faktor cuaca di laut kembali menjadi penghalang pendistribusian cabai ke Batam. Kali ini adalah cabai yang diangkut dari Aceh dan Padang.

”Info kapal cabai yang aturan masuk kemarin malam, ada kendala di Buton. Karena faktor cuaca,” kata Gustian kepada Batam Pos, kemarin.

Menurut dia, karena gelombang tinggi dan angin kencang, Syahbandar tak mengizinkan kapal berlayar. Sehingga di-pastikan, harga cabai di Batam masih tinggi.

”Mudah-mudahan tak ada kendala lagi, sehingga harga cabai bisa kembali normal. Kenaikan harga cabai tak ada pengaruh sama Nataru (Natal dan Tahun Baru), ” ujar Gustian.

Sementara pantauan Batam Pos, harga cabai masih berkisar Rp 90-100 ribu per kg. Masyarakat berharap harga cabai bisa segera normal, karena beberapa komoditas sudah banyak yang naik.

”Semoga bisa segera turun, karena semua serba naik. Minyak goreng juga masih tinggi,” terang Aini, warga Batamcenter.

Sementara Amir, pedagang cabai di pasar Botania, menga-takan, harga cabai setan masih tinggi yakni Rp 95 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit hijau Rp 80 ribu per kg.

”Cabai setan dan rawit memang lagi tinggi. Tapi cabai setan ini harganya sudah agak berkurang dibanding kemarin yang sampai Rp 100 ribu,” imbuh Amir.

Harga cabai yang tinggi banyak dikeluhkan pelanggannya. ”Yang normal itu, cabai merah keriting, Rp 50 ribu per kg. Kalau yang lain mahal,” pungkas Amir. (*)

 

Reporter : Yashinta,

UPDATE