Jumat, 16 Januari 2026

Tahun Baru, Jangan Gelar Pesta Kembang Api

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengimbau pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang perhotelan, resor, pantai, dan tempat lainnya agar tidak menggelar pesta kembang api, atau event yang bisa memicu keramaian.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Pesta kembang api menyemarakkan pergantian tahun yang digelar Pemko Batam di Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (1/1/2019) lalu. Tahun ini, Pemko Batam mengimbau tak diadakan pesta kembang api untuk mencegah kerumunan.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, saat ini Batam sudah berhasil keluar dari zona merah, kuning, dan bertahan di zona hijau. Untuk mencapai hasil seperti ini, tidak mudah dan membutuhkan kerja sama yang solid.

Ia mengakui, untuk mempertahankan hasil ini adalah hal yang tidak mudah. Terutama mendekati akhir tahun, pengendalian Covid-19 adalah fokus utama, agar semua bisa pulih dengan cepat.

”Memang di satu sisi tingkat hunian hotel mulai ramai, namun kami tetap mengimbau agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Pengetatan ini sangat penting, agar tidak ada penyebaran dan temuan kasus baru,” ujarnya, Senin (13/12/2021).

Ia mengatakan, saat momen akhir tahun ini, kebijakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 akan diterapkan. Sehingga, seluruh tempat-tempat publik akan diperketat aturannya.

Dengan adanya kebijakan itu, seluruh tempat diimbau untuk tidak melaksanakan pesta kembang api di hotel ataupun di tempat lainnya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Muhamad Mansur, mengatakan, sejauh ini informasi yang diterima, di Desember ini okupansi hotel cukup baik. Beberapa hotel sudah mulai banyak mendapat pesanan.

”Hal baik tentunya, karena ini merupakan angin segar bagi pengusaha hotel. Karena masih bertarung melawan badai pandemi Covid-19,” katanya.

Rata-rata tingkat hunian sudah mencapai di atas 50 persen. Ia juga berharap tren positif ini bisa terus bertahan sampai akhir tahun. Karena staycation mendapat respons positif dari masyarakat.

”Untuk saat ini hotel sedikit diuntungkan karena adanya program dari Kemenparekraf berupa program staycation untuk para tenaga kesehatan, baik yang di Batam maupun dari luar Batam,” ujarnya.

Selain itu, sejak awal tahun ini, beberapa kegiatan MICE juga sudah mulai membaik. Mulai pemerintah maupun swasta. Banyak kegiatan yang dipusatkan di Batam. Sehingga, hal ini memberikan dampak yang baik dalam pemulihan sektor wisata.

”Di bulan Desember ini sudah hampir merata. Kalau bulan sebelumnya masih tidak terlalu, tapi ada. Ya, kalau dibandingkan tahun lalu sudah pasti lebih baik,” ujarnya.

Mansur melanjutkan, saat ini okupansi masih untuk segmen hotel bintang. Sedangkan untuk hotel budget dan non bintang belum terlihat signifikan. Kendati demikian, diharapkan di penghujung tahun ini tingkat hunian bisa terus membaik.

”Kalau bisa semua hotel terisi. Karena kan event tidak bisa. Setidaknya kalau di hotel bisa menikmati akhir tahun bersama keluarga,” ujarnya.

Pihaknya meminta semua pihak menjaga protkes, dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Batam diharapkan semakin siap dalam menyambut wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara.

”Tentunya pelaku wisata tetap optimis akan bangkitnya sektor wisata. Meskipun begitu, kewaspadaan terhadap adanya ancaman varian Covid-19 tetap harus ada, jangan abai terhadap protkes,” ujarnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Update