Senin, 6 April 2026

Layanan Logistik Disederhanakan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Ketua Tim Batam Logistics Ecosystem (BLE) Bea Cukai Batam, Dwi Jogyastara, memaparkan progres dan capaian Batam Logistic Ecosystem (BLE). Pertama, terciptanya penyederhanaan proses bisnis antarlayanan pemerintah.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Reach stacker mengangkut peti kemas di Pelabuhan Batuampar, Kamis (23/9) lalu. Capaian Batam Logistic Ecosystem (BLE) antara lain berimbas terhadap terciptanya penyederhanaan proses bisnis antarlayanan pemerintah.

“Dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2020, pemerintah telah menyusun langkah-langkah untuk melakukan penataan logistik dan sudah disusun dalam rangka rencana aksinya, ada empat pilar, salah satunya adalah simplifikasi antarlayanan pemerintah,” jelasnya, baru-baru ini.

Penyederhanaan proses bisnis layanan pemerintah di bidang logistik yang berbasis teknologi informasi ini diciptakan guna menghilangkan repetisi dan duplikasi. Laya-nan pemerintah di bidang logistik yang telah disederhanakan tersebut di antaranya yaitu layanan Ship to Ship & Floating Storage Unit (STS-FSU), layanan persetujuan kedatangan kapal, laya-nan perizinan usaha dan pemotongan kuota dan layanan Single Submission (SSm) pengangkut serta manajemen inventory pelabuhan.

Progres dan capaian kedua yaitu telah dibangunnya kolaborasi sistem layanan logistik antarpelaku usaha baik di sektor swasta maupun pemerintah. Layanan logistik yang telah dikolaborasikan di antaranya layanan untuk pemesanan truk, pemesanan kapal, dan pemesanan gudang.

Layanan tersebut telah berjalan dan telah dilakukan banyak transaksi. Layanan pemesanan truk telah terdapat 44 transaksi, layanan pemesanan kapal terdapat 97 transaksi, serta layanan pemesanan gudang terdapat seba-nyak 195 transaksi.

Progres ketiga yaitu adanya kemudahan transaksi pembayaran penerimaan negara dan fasilitasi pembayaran antar pelaku usaha terkait proses logistik. BLE telah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk memfasilitasi pembayaran layanan logistik trucking, shipping, warehousing dan depo kontainer.

Kemudian, progres dan capaian yang keempat yaitu telah dilakukan perbaikan terhadap infrastruktur tata ruang dan sistem kepelabuhanan yang mendukung digital and green port. Autogate system (AGS) yang dilengkapi optical character recognition (OCR) telah selesai dibangun dan diuji coba.

Telah dibangun pula Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) serta proyek perkerasan container yard (CY) seluas 2 hektare di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. (*)

UPDATE