
batampos – Batam Pusat Statistik (BPS) mencatat, angkatan kerja di Kota Batam pada Agustus 2021 sebanyak 810.577 orang. Angka ini naik 65.032 orang bila dibanding tahun 2020 lalu sebanyak 745.545 orang.
Angkatan kerja ini terdiri dari penduduk yang bekerja dan pengangguran. Dimana pada tahun ini, sebanyak 716.193 orang angkatan kerja merupakan penduduk yang bekerja atau memiliki pekerjaan. Sementara sisanya 94.384 orang pengangguran.
“Apabila dibandingkan Agustus 2020 terjadi pertumbuhan jumlah angkatan kerja sebanyak 65.032 orang. Jumlah penduduk bekerja meningkat sebanyak 58.551 orang dan pengangguran naik sebanyak 6.481 orang,” ujar Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto, Senin (27/12).
Meskipun terjadi peningkatan jumlah orang menganggur, tetapi di sisi lain terjadi penururunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Hal ini dikarenakan kecepatan pertumbuhan jumlah angkatan kerja lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan jumlah orang menganggur.
Rahmad menyebutkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2021 sebesar 71,06 persen mengalami kenaikan 2,74 persen poin dibandingkan Agustus 2020. Peningkatan TPAK mengindikasikan kenaikan jumlah penduduk usia kerja yang masuk ke dalam pasar kerja, baik yang bekerja maupun yang masih mengganggur.
Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan dimana TPAK Laki-laki lebih tinggi daripada TPAK Perempuan. Pada Agustus 2021, TPAK Laki-laki tercatat sebesar 86,09 persen sementara TPAK Perempuan sebesar 55,37 persen.
Dibandingkan dengan keadaan setahun lalu (Agustus 2020) terdapat peningkatan pada TPAK Perempuan sebesar 3,68 poin persen dan TPAK Laki-laki meningkat sebesar 1,84 persen poin. Peningkatan nilai TPAK diikuti dengan menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada periode Agustus 2021, TPT Kota Batam sebesar 11,64 persen. Angka tersebut terus mengalami penurunan sebesar 0,15 persen poin dibandingkan Agustus 2020 yaitu sebesar 11,79 persen.
“Meskipun jumlah orang yang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, putus asa, dan belum mulai bekerja bertambah. Namun proporsinya justru berkurang apabila dibanding dengan keseluruhan Angkatan Kerja yang tersedia,” ungkap Rahmad. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



