Senin, 26 Januari 2026

PTM Masih Digelar Berdasarkan SKB 4 Menteri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah (Frizal/Jawa Pos)

batampos – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi salah satu yang dikhawatirkan, saat laju kasus meningkat. Beberapa sekolah kembali menerapkan daring, akibat temuan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan untuk sistem pembelajaran ini sudah diatur dalam SKB 4 Menteri. Dalam aturan itu jelas menerangkan prosedur pelaksanaan PTM, serta penanggulangan jika ada temuan kasus di sekolah.

Untuk saat ini belum ada kasus Omicron yang terkonfirmasi di jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Batam. Beberapa waktu lalu memang ada kasus positif di salah satu SD di Batuampar, dan Disdik bersama Dinkes sudah melaksanakan penanggulangan berdasarkan aturan yang ada.

Untuk sekolah yang ada temuan kasus, akan dilakukan proses tracing dan testing. Mekanisme yang digunakan sama yakni satu kasus positif minimal yang ditracing itu 15 orang. Karena lingkungan sekolah ini cukup mudah, bahkan tim kesehatan melakukan tracing dan testing kepada satu kelas yang merupakan kelas pasien terkonfirmasi.

“Kalau saya tidak salah setelah proses tracing dan testing maka kelas tertentu akan diliburkan. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran,” sebutnya, Selasa (1/2).

Baca Juga: Omicron Meningkat, Sekolah Kembali Daring

Untuk langkah antisipasi, pihaknya sudah meminta Disdik untuk turun memonitoring ke sekolah-sekolah. Guna memastikan protokol kesehatan di sekolah berjalan dengan baik. Sebelumnya, ada delapan daftar yang harus dipenuhi sekolah ketika membuka PTM.

“Kalau saya tidak keliru itu menyangkut soal penyediaan tempat cuci tangan, penggunaan masker, pembatasan jam belajar siswa, pengaturan jumlah siswa di kelas dan lainnya,” ujarnya.

Sejauh ini untuk PTM masih digelar. Namun berkaca dari kasus yang terjadi di salah satu SMA di Batam, pihaknya ingin mengingatkan kepada sekolah untuk jangan abai dan rutin mengecek masker siswa ketika berada di sekolah. Penggunaan masker merupakan salah satu upaya dalam menekan penyebaran.

Untuk SMA ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Informasi yang didapatkan sekolah diliburkan dan kembali ke daring. Hal yang sama juga berlaku untuk SD dan SMP di Batam, jika ada kasus tentu ada kebijakan yang diambil dan merujuk pada SKB 4 menteri.

“Nanti Dinkes dan Disdik yang akan menyimpulkan, kebijakan apa yang diambil. Karena sekolah tidak bisa langsung ditutup jika ada kasus. Karena ada presentasenya berapa banyak yang terpapar sehingga perlu penutupan sekolah,” bebernya.

Ia berharap Batam bisa melewati lonjakan kasus yang terjadi saat ini. Semoga di bulan ini dan Maret mendatang kasus ini selesai dan bisa kembali ke zero kasus. Anak-anak sekolah merupakan prioritas pemerintah yang harus dilindungi dari paparan virus Covid-19.

“Untuk itu, mari kita berdoa agar persoalan ini bisa dikendalikan. Anak-anak sekolah diawasi dan pastikan mereka menggunakan masker,” sebutnya.

Masyarakat juga diminta terbuka, jika terkonfirmasi positif, tolong bantu pemerintah dalam proses tracing. Karena hal ini bisa membantu memutus mata rantai penyebaran dengan cepat.

Saat ini seluruh pasien terkonfirmasi dibawa ke rumah sakit dan RSKI. Namun pemerintah juga menyiagakan Asrama Haji sebagai antisipasi lonjakan kasus. Meskipun begitu, pemerintah berharap tidak ada lonjakan kasus yang terlalu signifikan tentunya.

“Perlu ada peningkatan semua lini. Tidak saja pemerintah,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

 

Update