
batampos– Kondisi perkembangan kasus di Batam masih terkendali, hal ini membuat Batam berada status PPKM Level 1. Kendati demikian sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo daerah diminta meningkatkan pengawasan dan pengetatan guna pengendalian Covid-19.
Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin Hamid mengatakan ada dua hal yang disampaikan dalam video conference bersama presiden. Pertama harus meningkatkan pengawasan, dan kedua tidak khawatir yang berlebihan akan gelombang ketiga ini.
“Tidak merespon perkembangan kasus yang berlebihan, karena berdampak terhadap berbagai hal. Namun waspada tetap, apalagi penerapan Protkes. Ini tidak boleh kendor,” kata dia, Selasa (8/2).
BACA JUGA: Evaluasi PPKM, Pengawasan Protkes Diperketat
Jefridin menjelaskan perkembangan kasus harus dihadapi dengan tenang, dan perlu tindakan yang tepat, agar tidak salah dalam mengambil kebijakan. Pemerintah daerah tidak boleh asal dalam mengambil keputusan yang akan dilaksanakan di tengah perkembangan kasus yang terjadi.
“Semua aktivitas masih berjalan seperti biasa. Namun tetap dengan Protkes yang ketat. Makanya tim juga kembali turun untuk menertibkan pelanggar Protkes ini,” jelasnya.
Meskipun berstatus level 1, pengendalian Covid-19 diminta lebih cepat dilakukan. Menemukan kontak erat melalui tracing dan testing adalah upaya menekan penyebaran.
“Untuk treatment sudah ditetapkan tidak boleh di rumah dan harus di rumah sakit, dan tempat isolasi terpadu,” imbuhnya.
Ia juga meminta kepada pelaku usaha mematuhi edaran Wali Kota Batam nomor 8 tahun 2022 terkait pengendalian Covid-19. Sabtu lalu ada dua tempat usaha yang ditindak. Razia Protkes ini akan terus digelar agar tingkat kepatuhan bisa meningkat.
“Jalur take away sudah diaktifkan kembali. Meskipun makan ditempat masih diperbolehkan. Untuk menghindari risiko yang lebih besar ke depannya lebih baik patuh, karena nanti kalau ditutup semua yang rugi pelaku usaha juga,” bebernya.
Upaya lain yang dilakukan adalah mengawasi jalannya Protkes di tempat keramaian mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Semua dilibatkan demi meningkatkan kepatuhan dan meminimalisir pelanggaran.
“Sekarang kami tindak saja yang melanggar. Kalau tak mau patuh, pengunjung juga harusnya ikut patuh. Kondisi yang ada saat ini kalau bisa membaik, sehingga Batam segera lepas dari paparan virus Covid-19,” harapnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



